oleh

Rumah Zakat Berbagi Buka Puasa Kepada Warga Kurang Mampu

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Rumah Zakat menyalurkan paket Berbagi Buka Puasa kepada warga muslim di sekitaran Kota Sumbawa yang sedang menjalankan ibadah puasa, Jum,at (24/04/2020) sore tadi.

Selain warga muslim yang kurang mampu, Rumah Zakat juga memberikan paket Berbagi Buka Puasa kepada warga berstutus Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sedang menjalankan karantina madiri.

“Selama ini, program berbagi buka puasa ini ditujukan kepada masyarakat muslim yang sedang berpuasa dan secara ekonomi kurang mampu. Tetapi dengan adanya wabah Covid-19 ini, ada istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang seharusnya mereka bisa bekerja, tetapi dia dalam pengawasan harus isolasi mandiri sehingga target penerima manfaat pada momentum ramadhan kali ini termasuk mereka yang sedang isolasi mandiri,” kata Koordinator Rumah Zakat NTB, Repi S, kepada wartawan usai kegiatan Berbagi Buka Puasa.

Baca juga:  Hj. Amien Rahmani Serahkan 150 Paket Sembako Untuk Kaum Dhuafa

Lanjut Repi, kegiatan Berbagi Buka Puasa ini bertujuan untuk meringankan beban warga yang kurang mampu termasuk pada ODP yang sedang menjalankan karantina madiri, selama bulan ramadhan ini.

“Tujuannya agar saudara kita yang kurang beruntung secara ekonomi juga dapat merasakan kebahagiaan nikmatnya berbuka dengan menu yang tidak biasa buat meraka walupun sebenarnya ini sederhana,” terangnya.

Program ini sambungnya, selain dirasakan manfaatnya oleh para penerima manfaat, juga dirasakan oleh pelaku usaha rumahan. Dimana, paket Berbagi Buka Puasa berupa nasi kotak ini, dipesan melalui palaku usaha rumahan yang ada di Kota Sumbawa.

“Jadi memang ada dua komponen utama yang kita libatkan, yang pertama ada donatur yang menjadi sumber pendanaan dari kegiatan ini, kedua ada mereka warga kurang mampu yang akan menerima manfaat dari program ini. Tetapi sebelum menjadi nasi, tentu ada proses, yakni kami memesan kapada usaha rumahan yang kami bagi selama dalam satu bulan penuh ini kami memesan minimal 3 hari berturut-turut masimal 5 hari. Serta sampai sejauh mana kita mensuport usaha meraka,” pungkasnya. (KS/aly)

News Feed