oleh

Rendahnya Harga Gabah di Lunyuk, Bulog Ungkap Penyebabnya

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Merespon keluhan petani di Kecamatan Lunyuk, terkait rendahnya harga beli gabah, Perum Bulog Sub Divre Sumbawa melakupan pengecakan langsung di lapangan.

Hal terabut dilakukan untuk mengetahui apa penyebab rendahnya harga beli gabah di Kecamatan Lunyuk.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Sumbawa Kurnia Rahmawati, S.TP., kepada media ini, Jum’at (10/04/2020) mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya bersama dengan Camat, Kapolsek, UPT Pertanian, Kelompok Tani, serta pengusuha di Kecamatan Lunyuk, turun lapangan untuk melakukan pengecakan langsung.

Hasilnya kata dia, penyebab rendanya harga gabah di Kecamatan Lunyuk dikarenakan para petani disana melakukan panen lebih awal. Padahal tersisa 7-10 hari lagi sebelum waktu panen. Sehingga, kualitas gabah yang dihasilkan diluar kualitas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Baca juga:  Sumbawa Jadi Lumbung Jagung Nasional

“Kaulitas gabah yang dihasilkan adalah 30-32 persen kadar airnya dan butir hampanya lebih dari 10 persen,” ungkapnya.

Lanjutnya, berdasarkan hasil terun lapangan tersebut disepakati beberapa hal yakni, akan dilakukan pemantauan bersama terhadap petani yang belum melakukan panen, agar panen sesuai umur panen.

Kemudian, gabah dengan kualitas sesuai Permendag Nomor 24 tahun 2020 yakni kadar air maksimal 25 persen dan butir hampah maksimal 10 persen, akan diserap oleh Bulog dan pengusaha setempat non mitra Bulog. Selanjutnya, mempersiapkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau perusahaan penggilingan di Lunyuk untuk bermitra dengan Bulog. (KS/aly)

Baca juga:  Dirut : Perusda Butuh Kepercayaan dan Dukungan Modal

 

News Feed