oleh

Kepatuhan Masyarakat Dinilai Penting dalam Pecegahan Covid-19

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Pusat hingga Daerah dalam mencegah penyebaran Corona Virus Diseases (Covid-19).

Seperti dilakukan oleh Pemda Kabupaten Sumbawa. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumbawa. Mulai dari dikeluarkan berbagai kebijakan Pemerintah Daerah, hingga aksinya nyata yang dilakukan.

Misalnya mengedukasi masyakat untuk hidud bersih dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, serta melakupan penyemprotan cairan disinfekten di tempat-tempat umum.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, Drs. Didi Darsani, A.Pt, bahwa tingkat keberhasilan penanganan Covid-19 ini, sangat dipengaruhi oleh ketertiban dan kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan yang dibuat oleh Pemerintah.

“Karena kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan yang dibuat oleh Pemerintah jadi sangat penting. Kita bisa melihat negara yang berhasil karena rakyatnya patuh. Ada juga yang mengabaikan, sehingga kasusnya tidak terkendali,” ungkapnya dalam jumpa pers, didampingi oleh plt. Kabag Humas dan Protokal Setda Sumbawa, Arif Alamsyah, Senin (30/03/2020) di Kantor Bupati Sumbawa.

Baca juga:  541 Honorer K2 Sumbawa Terima SK CPNS

Pada kesempatan tersebut, Didi juga menyampaikan perkembangan terbaru Covid-19 di Kabupaten Sumbawa. Diungkapkan, hingga, Senin 30 Maret 2020, jumlah akumulatif ODP dan PDP Covid-19 di Kabupaten Sumbawa, sebanyak 86 orang. Jumlah tersebut bertambah dari hari sebelumnya yakni 79 orang.

Dari 86 orang tersebut lanjutnya, ODP sebanyak 81 orang, dan PDP 5 orang. Dari akumulasi 81 ODP, sebanyak 58 orang selesai dalam pemantauan. Artinya masih tersisa 23 orang ODP. Sedangkan PDP belum ada yang keluarkan, masih dalam pengawasan dokter. Hingga saat ini, baru 1 yang keluar hasil tesnya negatif.

Dijelaskan, tambahan kasus tesebut terdiri dari 6 orang ODP. Adapun riwayat perjalannya, 1 orang riwayat perjalanannya dari Surabaya, 2 orang riwayat perjalanannya dari Jakarta, 1 orang dengan riwayat perjalanan dari Mataram, 1 orang riwayat perjalanannya dari Jogja, Bogor, Bandung, Jogja lagi, baru ke Sumbawa, dan 1 orang tanpa riwayat perjalanan ke luar Sumbawa atau perjalanan jauh. Mereka rata-rata dengan keluhan demam batuk filek, sakit tenggorokan, sesak nafas, sekit kepada dan lemas. Tetapi masih terkendalai dalam status ODP.

Baca juga:  Reses Tahap III: Anggota DPRD NTB, Hj. Rahmah Jamaluddin Malik Akomodir Berbagai Aspirasi

kemudian tambahan 1 orang PDP lanjutnya, kemarin sore yang bersangkutan ditemukan pingsan di Terminal di Terminal Sumer Payung. Yang bersangkutan berjenis kelamin laki-laki berusia 66 tahun, alamat Lombok.

“Mudah-mudahan dia kelelahan karena pejalanan. Diduga dia baru datang dari pulau Lombok. Kemudian pengamanan selanjutnya, ada panas, ada batuk, kemudian kita statuskan pada posisi PDP. Jadi total PDP ada 5 orang. 4 ditangani di RS Manambai, dan 1 di Rumah Sakit Umum Provinsi. Semoga tidak ada lagi penambahan kasus,” pungakasnya. (KS/aly)

News Feed