oleh

23 Ribu Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Dinonaktifkan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Sebanyak 23 ribu peserta Bandan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dinonaktifkan. Mereka merupakan Peserta Bantuan Iuran (PBI) APBD Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Mirajuddin membanarkan hal tersebut. Dikatakan, mereka dinonaktifkan karena tidak masuk ke dalam Basis Data Terpadu (BDT). Penonaktifan dilakukan sejak Januari lalu.

“Dari 82.853, ada sekitar 23.000 yang kita non aktifkan. Karena terindikasi tidak BDT. Ini mulai Januari kemarin. Penonaktifan ini karena memang sudah menjadi ketentuan dari pusat.  Bahwa semua penerima bantuan iuran tersebut, harus tercantum namanya dalam BDT.   Selain itu, langkah ini ditempuh karena ada kenaikan iuran BPJS, sementara anggaran daerah terbatas,” ungkapnya.

Baca juga:  Bayi Kembar Siam Tanpa Pendampingan Pemerintah

Terhadap yang dinonaktifkan tersebut, jika memang mendesak untuk berobat, maka bisa beralih ke BPJS mandiri. Tetapi ketika sudah diverifikasi dan layak masuk BDT lagi, maka pemerintah  bisa mengalihkan  lagi ke BPJS gratis.

“Tetapi harapan kami melalui desa dan kelurahan untuk memverifikasi kembali data itu. Sehingga kalau memang sudah layak masuk ke BDT melalui Musdes atau Muskel, itu nanti bisa kita usulkan berdasarkan kuota yang tersedia.  Desa atau Kelurahan silahkan saja masyarakat yang dikatakan tidak mampu atau miskin itu dimasukkan. Karena ada jaminan dari Kemensos. Semua yang ada dalam BDT itu akan dicover oleh PBI APBN,” jelasnya.

Baca juga:  Satu Warga Sumbawa Positif Corona, Kondisi Semakin Membaik

Dijelaskan, verifikasi untuk masuk ke BDT, itu diberikan kesempatan 4 kali dalam setahun. Yakni  Januari, April, Juli dan Oktober. Artinya kalau sudah diverifikasi dimasukkan di April, kalau sudah di SK kan oleh Menteri BDT nya, baru nanti didaftarkan lagi di BPJS. (KS/aly)

iklan bkbpp

News Feed