oleh

Perekrutan CPMI Sumbawa Tujuan Arab Saudi Segera Dilakukan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPNI) ke Negara Arab Saudi melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) segera dilakukan. Perekrutan akan dilakukan melalui pameran bursa kesempatan kerja atau disebut Job Fair yang akan selenggarakan dalam waktu dekat.

Pada pameran bursa kesempatan kerja tersebut, pekerja dalam hal ini CPMI akan dipertemukan Syirka atau perusahaan pengguna jasa dari Negara Arab Saudi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri, Jum’at (14/02/2020) saat jumpa pers bersama awak media menerangkan, penempatan CPMI ke arab Saudi, secara formal telah dibuka sehak 01 Oktober 2019 lalu. Namun kata dia, karena tidak adanya job order dari Negara tersebut, maka penempatan CPMI di negera Arab Saudi belum bisa dilakukan.

Selajan dengan waktu, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) sudah memberikan izin untuk melakukan Job Fair, menyusul adanya job order dari Negara bagian Timur Tengah itu. Dimana, Job Fair ini sudah berlangsung di beberapa tempat salah satunya di LTSA Provinsi untuk Kabupaten Lombok Barat.

“Karena sudah ada job order dari sana (Arab Saudi) maka kita tidaklanjuti dengan menggelar job fair. Job fair sudah berlangung dibeberapa tempat. Khusus Sumbawa pelaksanaan Job Fair akan segera dilakukan,” ungkapnya.

Ikhsan menambahkan, sejak tanggal 26 Mei 2015 terjadi moratorium. Artinya  tidak ada penempatan PMI ke 19 Negara di Timur Tengah. Namun lanjutnya, sejalan dengan perkembangan waktu, ada perbaikan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia maupun Kerajaan Arab Saudi, dalam hal ini ada komitmen yang kuat dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi melakukan penyempurnaan sistem yang bermuara pada upaya pelindungan PMI di Kerajaan Arab Saudi.

Sehingga, Menteri Tenaga kerja diterbitkan keputusan Menaker nomor 291 Tahun 2018 tertanggal 18 Desember 2018 tentang penempatan PMI ke kerajaan Arab Saudi melalui SPSK. Keputusan tersebut mulai berlaku sejak 01 Oktober 2019.

“Sistem ini merupakan uji coba untuk penempatan ke negara setempat selama enam bulan. Dari uji coba ini akan dilakukan evaluasi sejauh mana prosesnya. Jika berhasil, maka tidak menutup kemungkinan sistem ini akan diterapkan untuk penempatan ke negara lainnya termasuk Asia Pasifik (Aspak),” pungkasnya.

Sementara Ketua Apjati Sumbawa, Burhanuddin menambahkan bahwa job fair akan diselenggarakan oleh PT. BUMI (Bursa Usaha Migran Indonesia) bekerjasama dengan Apjati. Nantinya pencari kerja akan dipertemukan dengan Syarika selaku perusahaan pengguna jasa. “Syarika merupakan kumpulan perusahaan besar di Arab Saudi,” ungkapnya.

Lanjutnya, job fair  CPMI tujuan Arab Saudi di provinsi sudah mulai dilakukan 12 Februari lalu. Sedangkan di Sumbawa rencananya dimulai pekan depan.  “Hari senin pimpinan kita dari DPP datang ke sini. Setelah itu akan ditentukan waktu pelaksanaan Job Fair. Persis pada saat itu dilakukan perekrutan,” jelasnya.

Awalnya, tambah Burhanuddin, ada 54 perusahaan yang mendapatkan persetujuan penempatan. Kemudian seiring berjalannya waktu menjadi 49 perusahaan. “Tetapi perusahaan ini tidak bisa merekrut lagi, sudah mengatasnamakan PT. BUMI. Karena sekarang sudah  ada SIUP PT. BUMI dengan kuota 3.000 seluruh Indonesia untuk penempatan ke Saudi Arabia. Untuk penjelasan lebih lanjut nanti akan dijelaskan saat pelaksanaan Job Fair,” pungkanya.

Tahap pemberangkatan ke Arab Saudi ini, tidak dipungut biaya. Pekerja akan dikontrak selama 24 bulan dan mendapatkan hadiah umroh. Sekarang juka ada kenaikan gaji menjadi 1.500 real atau sekitar 5 juta rupiah, yang semulanya hanya 1.000 hingga 1.200 real. Untuk CPMI yang ingin bekerja disana minimal berusia 21 tahun, maksimal 39 tahun. Adapun persyaratannya membawa KTP, KK, Ijazah, Akte Kelahiran, Izin Orang Tua/Suami diketahui Desa, dan lainnya. (KS/aly)

Komentar

News Feed