oleh

“DiBaKuL” Media Pembelajaran dari Barang Bekas

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dalam proses pembelajaran dua unsur yang amat penting  adalah  metode mengajar dan media pembelajaran meskipun ada hal lain yang harus diperhatikan pula misalnya tujuan pembelajran  dan proses penilaian sampai kepada tindak lanjutnya.

Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi untuk menyampaikan pesan , sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dan peserta didik , dalam pembelajaran guru biasanya menemukan masalah dan oleh situasi demikian guru dituntut untuk mampu menciptakan dan melakukan pembelajaran yang mana tujuan dari apa yang diharapakan dapat tersampaikan kepada peserta didik tentu melalui metode dan media yang digunakan.

Sebagaimana kita ketahui media pembelajaran merupakan salah satu komponen pendukung keberhasilan proses belajar mengajar hal ini tertuang dalam Undang Undang RI No.20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 20.

Media memiliki fungsi dalam pembelajaran sebagai alat bantu memperjelas pesan dari guru  , mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indra , menimbulkan gairag belajar anak, interaksi lansung murid dengan sumber belajar , memberi ransangan dan masih banyak fungsi – fungsi lainnya.

Baca juga:  PMI Dea Malela Akan Miliki Tiga Ribu Santri Kurang 10 Tahun
Proses pembuatan DiBaKul

Atas dasar itu, Abdul Azis, S.Pd.SD guru kelas 5 SDN Nijang Kecamatan Unter Iwes, melakukan Inovasi dalam media pembelajaran dari barang bekas yang ada di lingkungan sekitar seperti tutup bolot pelastik bekas (Kudung Butel) dan kardus bekas. Media tersebut diberi nama DiBaKuL  (Diagram Batang Kudung Butel).

Guru Ache sapaan guru dengan segudang inovasi itu, mengatakan, media tersebut dibuat agar peserta didik  mampu menyajikan data yang berkaitan dengan diri peserta didik dan membandingkan data dari dan lingkungan sekitar.

Ia mengakui, media tersebut tidak serta merta lahir begitu saja. Tentu berangkat dari proses dan kondisi dalam pembelajaran di kelas. Dari kondisi yang muncul itulah media DiBaKuL di buat untuk menciptkan sauna belajar yang asyik , menarik dan variatif sehingga siswa mampu memahami materi yang disampaikan guru.

“Sebelum membuat media DiBaKuL peserta didik secara umum saya libatkan. Saya mengajak mereka mengumpulkan tutup botol air minum. Kemudian saya merancang dan menciptakan media sederhana untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan tersampaikan tujuannya kepada peserta didik,” ungkap guru humoris murah senyum ini.

Baca juga:  Menghilang, Siswa SMP Tidak Ikut UN
DiBaKuL (Diagram Batang Kudung Butel)

Untuk dikatahui, pada tahun 2019 lalu, Abdul Azis juga telah membuat media pembelajaran untuk Mata pelajaran Matematika materi Pengumpulan dan Penyajian Data di Kelas 5, yang diberi nama “Ampek Itung”. Kemudian tahun 2020 ini, ia kembali membuat media pembelajaran yang diberi nama DiBaKuL  (Diagram Batang Kudung Butel). (KS/aly)

iklan bkbpp

News Feed