oleh

Didan Diharapkan Jadi Garda Terdepan Kesehatan Ibu dan Bayi

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Bupati Sumbawa berharap agar Bidan selalu berada di garda terdepan dalam mengatasi berbagai persoalan terkait kesehatan ibu dan bayi.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Sumbawa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd saat membuka secara resmi Musyawarah Ranting IBI Kabupaten Sumbawa pada Sabtu pagi, (01/02/2020) lalu di Aula H. Madilaoe ADT lantai 3 kantor Bupati Sumbawa.

kegiatan yang dirangkaikan dengan Pengukuhan dan Pelantikan 16 orang Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumbawa Periode 2019-2024 ini, dihadiri oleh kepala Dinas Kesehatan, Ketua Darmawanita Persatuan Kabupaten Sumbawa.

Menurut Bupati, atas peran bidang, angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sumbawa dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Dimana, pada tahun 2016 sebanyak 7 kasus, tahun 2017 sebanyak 4 kasus, tahun 2018 sebanyak 12 kasus, dan pada tahun 2019 sebanyak 8 kasus. Sedangkan angka kematian bayi pada tahun 2016 sebanyak 66 kasus, pada tahun 2017 sebanyak 54 kasus, pada tahun 2018 sebanyak 74 kasus, dan pada tahun 2019 sebanyak 55 kasus.

Baca juga:  BPBD Sumbawa Gandeng Ugm dan New Zealand Laksanakan Workshop Penanggulangan Bencana

Pada kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ikatan Bidan Indonesia yang melaksanakan musyawarah ranting dan pengurus harian yang telah dilantik dan mengapresiasi kegiatan pelayanan yang telah diberikan oleh para bidan dalam rangka menekan angka kematian ibu dan bayi.

Oleh karena itu, peran bidan sangat diharapkan untuk selalu berada di garda terdepan dalam mengatasi berbagai persoalan terkait kesehatan ibu dan bayi. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2017, proporsi tenaga pemeriksa kehamilan yaitu 85% oleh bidan, 14% dokter kandungan, 0% perawat, dan 1% dokter umum.

“Dengan demikian peran bidan sangat strategis sehingga perlu terus meningkatkan kompetensinya baik secara formal maupun non formal,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Drs. H. Didi Darsani, APT dalam sambutannya menyampaikan bahwa ikatan bidan Indonesia luar biasa potensinya. Bidan yang terdaftar resmi ada sekitar 995. Di satu sisi pembangunan dibidang kesehatan masih terdapat problem-problem.

Baca juga:  Musrenbang RPJMD Untuk Pembangunan Lima Tahun Kedepan

“Yang perlu dibicarakan dalam musyawarah ini yaitu bagaimana tugas dan tanggungjawab patut didiskusikan bersama”, ujarnya.

Kemudian sambutan Hj. Nur Atika, S.ST selaku ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Sumbawa menyampaikan, bahwa Ikatan Bidan Indonesia cabang Sumbawa mempunyai 18 ranting yang tersebar diseluruh kecamatan dengan jumlah anggota 995 orang dengan latar belakang pendidikan D-1 Kebidanan sebanyak 1 orang, D-3 sebanyak 899 orang, dan D-4/S-1 sebanyak 91 orang, dan S2 sebanyak 4 orang. (KS/hms/Pit)

News Feed