oleh

Breakthrough Terowongan Pengelak Bendungan Beringin Sila, Pembangunan Ditargetkan Rampung 2022

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Penekanan sirine oleh Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI didampingi Bupati Sumbawa menandai dilaksanakannya Breakthrough atau penerobosan terowongan pengelak Bendungan Beringin Sila hari ini, Kamis (30/1). Pembangunan terowongan pengelak sepanjang 700 meter ini merupakan salah satu tahapan pembangunan bendungan beringin sila, dimana penerobosan terowongan ini menjadi penanda akan segera dibangunnya main dam atau bendungan utama Beringin Sila yang sejak tahun 2019 lalu dimulai pengerjaannya, dan ditargetkan akan rampung pada tahun 2022 mendatang.

Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc dalam sambutannya mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia melalui Dirjen Sumber Daya Air, yang telah mendukung penuh pembangunan bendungan Beringin Sila. H. Husni mengatakan, keberadaan bendungan ini nantinya diperkirakan akan dapat mengairi lahan pertanian dan perkebunan masyarakat seluas 4.300 hektar, dan diharapkan akan menjadi penyokong ekonomi di wilayah Kecamatan Utan dan Kabupaten Sumbawa. Selain itu, bendungan beringin sila ini juga diproyeksikan akan menjadi salah satu kawasan wisata yang diharapkan akan mampu memberikan dampak bagi kemakmuran masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Baca juga:  Awasi Penggunaan ADD, Kejaksaan Panggil Kades Dan BPD

Sementara itu, Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI, Ir. Iriandi Azwartika dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang telah mendukung dan memfasilitasi sehingga pembangunan Bendungan Beringin Sila dapat berjalan lancar. “Mewakili kementerian PUPR RI, saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, karena selain memberikan kemudahan dalam hal pembebasan lahan, juga telah menjamin keamanan bagi para pekerja sehingga pengerjaan bendungan ini berlangsung lebih cepat. Hal ini bisa dijadikan contoh oleh provinsi dan kabupaten lain” Ucapnya. Kedepan, ia berharap sinergi yang telah terjalin dengan sangat baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah ini akan terus terjaga sehingga pelaksanaan pembangunan infrastruktur dapat berjalan lancar.

Disampaikan, Bendungan Beringin Sila merupakan salah satu dari enam bendungan yang dilaksanakan pembangunannya di NTB, selain Bendungan Tanju, Bendungan Mila, Bendungan Bintang Bano, Bendungan Meninting, dan Bendungan Tiu Suntuk. Kedepan, pemanfaatan Bendungan Beringin Sila selain untuk mengairi areal pertanian dan perkebunan masyarakat, juga akan mampu mereduksi banjir sebesar 10 % atau 90 meter kubik perdetik.

Baca juga:  Danrem 162 Wira Bhakti Sikapi Serius Kasus Illegal Logging

Iriandi juga mengapresiasi PT. Brantas Abipraya karena proses pembangunan terowongan pengelak yang di breakthrough hari ini adalah yang tercepat sepanjang sejarah konstruksi terowongan di Indonesia, dimana galian terbuka mulai dilakukan bulan Mei hingga Juni 2019, sementara galian terowongan dan supporting dilaksanakan pada bulan juni 2019 hingga Januari 2020. (KS/Hms/wdy)

News Feed