oleh

Belum Nikmati Listrik 24 jam, Pemuda Ropang Konsultasi ke PLN

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dua pemuda Ropang, berkonsultasi ke PLN Sumbawa, atas keresahan masyarakat setempat lantara hingga saat ini belum menikmati listrik menyala 24 jam, di Wilayah Kecamatan Ropang.

Keduanya adalah Ketua Foplindes (Forum Pemuda Lintas Desa Kecamatan Ropang) Amri Wahyudi dan Ketua Karang Taruna Desa Ropang, Hamzah Gunawan. Mereka mendatangi kantor PLN Sumbawa, Rabu (29/10/2020) pagi tadi.

Melalui Rilis yang diterima media ini, Ketua Foplindes (Forum Pemuda Lintas Desa Kecamatan Ropang) Amri Wahyudi, menerangkan, kedatangan mereka ke PLN Sumbawa untuk mengkonsultasikan hal tersebut.

“Kami dari pemuda memiliki hajatan untuk listrik Ropang bisa 24 jam. Karena yg menjadi kegelisahan ortu siswa yg akan Ujian Nasional dgn komputer tentu berpatokan dengan listrik, selain itu juga mempermudah mengakses info melalui internet,” ungkapnya.

menyambung hal tersebut, Ketua Karang Taruna Desa Ropang Hamzah Gunawan mengatakan, dari sejak berdirinya Kabupaten Sumbawa, Ropang sudah berkontribusi dalam pembangunan Sumbawa.

Ia menjelaskan, pada tahun 2009 Ropang mekar menjadi kecamatan yang di SK Oleh bupati Sumbawa saat itu, Jamludin Malik dan pisah dari Lantung dan Lenangguar. Menurutnya, diusia tersebut seharusnya Ropang sudah selayaknya memiliki infrastruktur yang memandai. Nanum kata dia, hingga saat ini listrik belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat Ropang. Dimana, listri hanya menyala di malam hari.

Baca juga:  Gempa Bumi 6,4 SR Guncang Mataram

“Padahal kami masyarakat tetap ambil andil dalam membangun sumbawa lewat pajak, lewat hasil bumi kami dan lainnya. Tapi kenapa belum saja merdeka dalam listrik 24 jam. Sementara tahun 2018 itu wacana untuk pemerataan tiang dan kabel ke lebin. Sudah terpenuhi dan akan menambah kapasitas mesin agar mampu mengaliri listrik 24 jam (siang malam). Tapi kenapa ada timbul wacana dari PLN Sumbawa bahwa ingin fokus membuat jaringan. Padahal masyarakat menanti menambah kapasitas mesin tapi ini beda lagi dengan akan membuat jaringan. Mana yang benar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang KSA Bagian Administrasi dan keuangan PLN Sumbawa Sutrisno mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik apa yang menjadi apa yang disampaikan oleh keduanya.

“Kami memiliki wacana untuk membangun listrik jaringan. Masalahnya masih melintasi hutan lindung. Kalau luas wilayah itu 50% cukup ijin di lurah. Kalau lebih dari 50% harus ijin di pusat karena luas dan panjanganya pemasangan jaringan. Rencana akan dibangun jaringan dari lape ke lantung, kemudian baru ke Ropang untuk membangun jaringan yg sekitar 63 kilo. Kalau kami dari sisi PLN berapa biaya yang harus dipersiapkan harus bekerjsama dengan pemda,” ungkapnya.

Baca juga:  DPC PDIP Sumbawa Bantu Korban Banjir

“Untuk mesin tidak ada wacana menambah kapasitas. Mungkin kami akan bangun jaringan setelah urus ijin dari hasil konsultasi dengan pemda dan pihak kehutanan. Kalau pihak PLN punya opsi untuk bangun jaringan itu sudah tersampaikan di bidang energi provinsi NTB saat itu hadir juga pak camat Ropang, pihak pemda. Karena tambahan mesin perlu biaya yang besar, belum perawatan, pemiliharaan dan lain_lain. Syarat bangun jaringan, yaitu harus ada ijin kehutanan. Harapan saya biar jelas kami dari pihak PLN Kabupaten Sumbawa sarankan agar Pemerintah dan Pemuda kecamatan Ropang membuat pertemuan khusus baik dgn pihak Pemda, sektor (pembangkit listrik), KPH dan PLN untuk kita cari solusi membangun jaringan. Kenapa kami fokus membangun jaringan listrik ke Kecamatan Ropang Karena kalau mesin tentu banyak mengabiskan seperti minyak, biaya pemeliharaan dan lain_lain. Kalau jaringan kita bisa handel dari sumbawa,” Pungkasnya. (KS/aly)

iklan bkbpp

News Feed