oleh

Partai Gelora Indonesia Segera Diresmikan

Sumbawa Besar- Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora Indonesia yang telah dideklarasikan pada 10 November 2019 lalu mulai terlihat secara perlahan menampakkan diri. Sebagai Partai pendatang baru yang diprediksi oleh banyak pengamat politik akan menjadi salah satu Partai besar di Indonesia telah tersebar di 34 Provinsi dan hampir 100 % merampungkan kepengurusannya ditingkat Kabupaten kota dan akan segera diverifikasi oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk di sahkan menjadi Parpol yang siap bertarung di Pemilu 2024 mendatang.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia yang sekaligus Mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 H. Fahri Hamzah, SE,. yang diwawancarai saat bersilaturrahim bersama Pengurus DPD Kabupaten Sumbawa dikediamannya di Desa Utan, Rabu (15/01/2020) mengatakan bahwa, dalam tradisi berdemokrasi, Partai Politik juga merupakan pabrik fikiran dan ide karena itulah dia harus kontributif terhadap perbaikan keadaan dan kehidupan publik baik dalam berbangsa dan bernegara maka dari itu kita harus mengatakan apa yang semestinya kita katakan dan partai harus bisa melahirkan figur yang berani bersikap, berani berfikir dan berani mengatakan pandangan apa adanya karena terkadang menjadi kritik dan menjadi oposisi di Negara Indonesia ini yang masih kental piodalisme menjadi sulit sebagaimana kebayakan elit-elit politik saat ini, mau tegang sedikit dalam perbedaan fikiran itu tidak sanggup sehingga akhirnya hanya diakhiri dengan pelukan saja tanpa ada solusi.

“Kita mengatakan ini tradisi timur, tetapi kalau membuat kita mengatakan yang benar menjadi salah sebagaimana beberapa teman saya sendiri yang lebih rela mengorbankan kebenaran yang harus dia katakan hanya karena rayuan dan disuruh untuk memperhalus, hal inilah yang sering mengintai Bangsa Indonesia sehingga bekali-kali terjebak dalam feodalisme dan mendewa-dewakan pemimpin yang akhirnya kita jatuh secara bersama-sama karena feodalisme yang melingkari kekuasaan itu tidak sanggup beradaptasi dengan kenyataan yang berubah. Jadi Bangsa kita tidak boleh jatuh lagi dalam lubang yang sama hanya karena kita suka basa basi dan tidak suka mendengar yang benar karena pahit,” terang Bang FH (Sapaan akrab Mantan Wakil Ketua DPR RI priode 2014-2019 ini).

Baca juga:  Optimalisasi Obyek Wisata Di Sumbawa Perlu Sentuhan Investor

Partai politik harus merubah cara pandang, jangan bercanda terus karena masih banyak tantangan kedepan yang harus kita jawab, dunia yang dihadapi saat ini bukanlah dunia yang mudah, masa keberlimpahan sumber daya alam itu sudah berakhir, sekarang kompetisi itu berbasis pada fikiran, inovasi dan teknologi karena itu sebuah bangsa harus membangun tradisi yang memproduksi kreatifitas sebagai sumber daya ekonomi yang baru.

Partai Gelora baru mulai berjalan setelah dideklarasikan pada 10 November 2019 lalu dan Januari 2020 ini akan dilakukan verifikasi berkas baik berkas-berkas pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) maupun Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Kemenkumham dan Partai Gelora setahap demi setahap akan terus melangkah untuk mensosialisasikan diri kepada bangsa karena tidak ada jalan lain, reformasi negara dan pemerintahan harus melalui membangun Partai Politik yang modern, terbuka dan yang berfikir serta berani. Berani untuk menghadapi kelemahan-kelemahan bangsa sendiri agar tidak hanya bisanya membungkuk-bungkuk didepan kekuasaan, jelas FH.

Saat ini Partai Gelora telah merampungkan hampir 100 % (Seratus persen) kepengurusannya dan sejauh ini telah banyak kalangan dan figur-figur yang mendatangi Partai Gelora untuk bergabung baik itu dari kalangan lowyer, dokter, seniman, Tokoh Agama maupun politisi-politisi yang memiliki kesamaan visi dan misi yang ingin membawa indonesia ini menjadi negara yang maju, kuat, hebat dan disegani dunia dan Partai Gelora akan mulai berkontribusi serta memenangkan calon-calon yang didukungnya pada Pilkada serentak mendatang.

“Partai Gelora ini akan membiasakan diri mengelola sumber daya yang berbeda dan jangan hanya melihat dari sisi saya pribadi dan pak Anis Mata saja tetapi akan beragam sepektrum dari jenis orang serta yang punya komitmen untuk memperbaiki Bangsa Indonesia, bekerja dan berfikir untuk bangsa dan Negara. Partai Gelora akan mengajak seluruh elemen anak Bangsa untuk berkolaborasi menggapai apa yang menjadi cita-cita para pendiri Bangsa,” tegas FH.

Baca juga:  Tahun ini, Tiga Pasar di Sumbawa Direnovasi

Sebagai Partai yang baru lahir haruslah lebih banyak bersilaturrahim, datangi semua senior maupun junior kita, tokoh-tokoh, politisi-politisi maupun pimpinan-pimpinan Partai yang ada di Daerah masing-masing sebagaimana tujuan berdirinya Partai Gelora harus berbeda dengan Partai-partai yang ada saat ini, Gelora harus dapat mengajak dan menghimpun potensi-potensi anak bangsa, rangkul seluruh elemen anak bangsa yang memiliki kemauan bekerja dan ide-ide besar untuk dapat berkolaborasi membawa bangsa indonesia ini menjadi kekuatan 5 besar Dunia agar Indonesia menjadi bangsa yang maju, mandiri, kuat dan disegani dunia. Untuk menggapai semua itu tentu tidak dapat kita lakukan sendiri-sendiri melainkan dengan jalan berkolaborasi dan bersama Gelora kita yakin hal itu akan dapat tercapai.

Menjadi Partai Politik itu haruslah rasional dan harus berbasis pada apa yang menjadi keinginan dan kepentingan publik oleh karena itu fikiran-fikiran itu harus dijaga dan diberi ruang sebab fikiran-fikiran besar inilah yang ingin Gelora hadirkan di ruang Publik nantinya.

“Kita adalah bagian dari anak bangsa yang hadir mengalir dengan memikul beban Bangsa yang semakin hari bertambah banyak dan Partai Gelora Indonesia mengajak kepada seluruh elemen anak Bangsa untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan bangsa yang ada ini dengan berkolaborasi maupun bergabung bersama Partai Gelora Indonesia,” tutupnya. (KS)

News Feed