oleh

Proyek Puskesmas Ropang Terancam Putus Kontrak

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa melakukan evaluasi terhadap pembangunan Puskesmas yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi tahun 2019. Dari hasil evaluasi tersebut, satu Puskesmas terancam putus kontrak. Yakni Puskesmas Ropang.

Demikian diungkapkan oleh Sekdis Dikes Sumbawa Abdul Malik, S.Sos., kepada awak media, Kamis (16/01/2020) di ruang kerjanya.

Diterangkan, dari Enam Puskesmas tersebut, Dua diantaranya telah tampung dan siap untuk digunakan pada akhir Januari mendatang. Sementara Empat Puskesmas lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Mengingat saat ini telah memasuki massa permanjangan kontark ungkapnya, pihaknya telah melakukan evaluasi. Dari hasil evaluasi, Puskesmas Ropang menjadi atnsi dari pihak dikes. Bahkan terancan putus kontrak.

“Jadi saya baru pulang dari  Batu Lanteh, kemarin dari Lunyuk. Saya coba melihat keduanya sudah selesai. Dua dari Enam puskesmas yang sudah selesai ini, sudah siap kita untuk mengopersionalkan atau memakai bangunannya untuk pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

“Sementara empat puskesmas lainnya, Orong Telu, Ropang, Lantung, Lenangguar dari hasil rapat evaluasi kita, Selasa kemarin, kami mengundang dari kontraktor, konsultan pengawas, Tim teknis Dikes, Bagian Pembangunan, Inspektorat dan LPBJP terkait dari keempat Psukesmas tersebut. Kami ingin mengevaluasi sejauh mana penyelesaian keempat puskesmas tersebut,” sambungnya.

Dalam rapat tersebut lanjut Malik, masing-masing Puskesman itu dalam kondisi berbeda. Untuk Puskesmas Lantung, Lenangguar, dan Orong Telu, progresnya telah mencapai 90 persen lebih. Sementara Puskesmas Ropong masih 68 persen. Sehingga, pihaknya, meminta kepada Kontraktor Pelaksana dan Kontraktor Pengawas Puskesmas Ropang agar segera menyelasaikannya, sebelum massa perpanjangga kontrak berkahir.

“Keempatnya dalam masih Denda 50 hari. Ada berakhir Februari dan ada yang Januari. Ketiga Puskesamas tadi segera tuntas minggu depan. Tetapi dendanya kayaknya maksimal 50 hari. Yang walaupun minggu depan sudah selesai. Sementara Puskesmas Ropang yang memang menjadi diskusi panjang kemarin. Posisinya kemarin, masih 68 persen dari hasil rapat. Cuma bahan material sudah ready di lapangan. Cuma ada permasalahan manajemen proyeknya saja. Kesimpulan kami, kalau kami sudah denda 50 hari kemudian tidak selesai, maka kami akan putuskan kontrak,” terangnya.

Terhadap Pukesmas Ropang, pihaknya meminta kepada pelaksana untuk melakukan penambagan pekerja. Ia menyarankan agar setiap pekerjaan dikerjakan oleh tukang yang berbeda. Misalnya, untuk kaca, dikerjakan oleh tukang kaca, Plafon dikerjakan oleh tukang plafon. Sehingga setiap pekerjaan bisa dikerjakan secara bersamaan.

“Dikes selaku penanggungjawab meminta agar konsultan pengawas, manajemen pengelolaan keuangan proyek, termasuk direkturnya agar stanby berada di sana untuk memantau para tukang bekerja. Material semua sudah ada dilokasi tinggal dipasang saja, karena semua pabrikasi. Kami sarankan menambah tukang dan pilah. Tukang batunya lain, tukang kaca, tukan tehelnya lain supaya bekerja brsamaan. Jad kami sarankan tukang ini bekerja bersamaan dengan klasifikasi tugas masing-masing. kalau tidak demikian, bisa jadi  sampai 50 hari tidak selesai,” pungkasnya. (KS/aly)

Komentar

News Feed