oleh

Ini Fokus Kadisnakeswan Sumbawa yang Baru

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Mantan Camat Alas Barat, Junaidi, S.Pt resmi dilantik menjadi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa, Selasa (07/01/2020) kemarin.

Junaidi, ditemui awak media usai pelantikan di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa mengatakan, dalam kepeminpinannya, ia akan berupa melakukan peningkatan bagi peternakan Sumbawa.

Dimana, ia memiliki skala prioritas yakni peningkatan populasi, produksi dan produktivitas peternakan. Karena memang mengenai point tersebut sesuai dengan target RPJMD kenaikan 5 persen. Namun, saat ini baru sekitar 2 persen.

Untuk mencapai peningkatan tersebut jelasnya, ia akan mencoba menerapkan sistem Sapi Induk Wajib Bunting atau SIWAB, yakni dengan pola inseminasi kawin alam dan inseminasi buatan. Inseminasi kawin alam akan difokuskan di wilayah Timur. Karena lahan masih cukup luas. Sementara inseminasi buatan akan coba difokuskan kepada wilayah-wilayah yang lahannya mulai menyempit. Seperti di wilayah barat.

“Kawin alam ini kita bagi klaster, kita coba di timur karena memang masih ada wilayah, di barat lahan mulai menyempit. Sehingga tidak semata-mata mengejar kuantitas melainkan kualitas ternak. Seperti apa yang kami coba di Alas Barat membentuk Kampung Ternak di desa Usar Mapin. Sehingga lahir sapi eksotik hasil kawin suntik, hasil inseminasi buatan yang dilakukan. Nanti itu saya coba,” jelasnya.

Menurutnya, kuantitas dan kualitas pangan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pola tersebut. Oleh karenanya, dirinya memandang perlu penyiapan pakan yang berkesinambungan, tentu dengan memperhatikan kualitasnya.

“Saya juga mencoba berkoordinasi dengan para camat terkait penyiapan pakan ternak berkualitas dan berkesinambungan. Saya kejar lamtoro ini. Karena sesungguhnya Sumbawa Beef tanpa didukung pakan berkualitas dan berkeseinambungan tidak akan berhasil. Oleh karena itu menjadi atensi kami,” terangnya.

Menurutnya juga, populasi ternak di Kabupaten Sumbawa belum mencapai target. Ini karena pengeluaran ternak terutama ternak jantan. Sehingga kesempatan untuk mengawani ternak betina menjadi lebih minim.

“Karena itu saya coba supaya di kelompok atau lar untuk menyiapkan pejantan yang dibiayai oleh pemerintah untuk inseminasi kawin alamnya. Kemudian meningkatkan jumlah personil inseminator untuk pelaksanaan inseminasi buatan,” pungkasnya. (KS/aly)

News Feed