oleh

Akulturasi Bahasa Asing dan Bahasa Indonesia Era Milennial

Kabarsumbawa.com (07/01/2020)

Bahasa Indonesia adalah jati diri sekaligus identitas bangsa Indonesia. Undang –Undang 24 Tahun 2009 pasal 25 disebutkan Bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa, kebanggan nasional sarana pemersatu suku bangsa, serta sarana komunikasi antar daerah dan antar budaya daerah, bahasa indonesia memiliki peran penting dalam semua aspek kehidupan maka dari itu sebagai pemakai bahasa Indonesia selayaknya memiliki rasa kebanggan menggunakan bahasa Indonesia, yang sangat bersejarah dalam mempersatukan wilayah Indonesia yg begitu luas yg memiliki bahasa yg cukup banyak . Lalu bagamimana keadaan sekarang ? di era millennial masihkah ada kebanggan menggunakan bahasa Indonesia ?

Salah satu kelemahan orang Indonesia untuk bersaing dengan orang luar negri adalah bahasa . Kultur Indonesia yang tidak menggunakan bahasa asing sebagai bahasa pengantar membuat sebagian besar masyarkat Indonesia hanya bisa bahasa Indonesia. Kesadaran itu kini mulai di sadari keinginan belajar dan menggunakan bahasa asing. Namun seiring berjalannya waktu keinginan belajar bahasa asing membuat bahasa Indonesia terpinggirkan. Banyak anak usia sekolah, terutama kaum millennial terutamanya yang tinggal di kota besar, yang terlihat gagap bahasa Indonesia.

Katannya keinginan mempersiapkan anak memasuki era globalisasi boleh-boleh sajah tetapi bukan berarti mengorbankan jati diri bangsa apalah gunanya. banyak orng tua sekarang yang berinteraksi dengan anaknya menggunakan bahasa asing dengan bahasa Prancis, Mandarin, Korea, Inggris dan lainnya dan beranggakapan akan bisa sendiri bahsaa Indonesia.

Baca juga:  Dilematis Belajar Dari Rumah Di Tengah pandemi

Kemudian kemajuan teknologi di generasi millennial, masa adanya peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi media dan teknologi digital. Hal tersebut berdampak pada perkembangan bahasa Indonesia, keadaan yang ada sekarang adalah fungsi bahsa Indonesia mulai tergantikan atau tergeser oleh bahasa asing yang cenderung menyelipkan istilah –istilah bahasa asing .adannya sikap meyakini bahwa akan terlihat moderen,dan terpelajar dengan alasan mempermudah komunikasi di era millennial. Istilah millinneal ini lagi viral di,khususnya di media social.

Penggunaan istilahah – istilah yang entah dari mana asalnya semakin menghilangkan wujud asli dari bahasa Indonesia. Istilah bokap nyokap itu menggantikan bapak dan ibu ,bro dan sis menggantikan panggilan kakak. Siaran televisi yang “Jakarta sentris “ membuat anak diluar daerah Jakarta makin akrab dengan loe gue sebagai bahasa penggaanti aku dan kamu. Kemudian di era millennial bahasa Indonesia bayak yang tercampur dengan bahasa asing. Kids jaman now menggantikan istilah remaja masa kini .woles yang menggantikan kata santai dan masih bayak istilah lainnya.

Baca juga:  SAATNYA REFORMASI UNTUK LAHAN DAN HUTAN DI BIMA

Bahasa bukan sajah alat komukasi dan bahasa merupakan menggabarkan budaya dan jati diri sebuah bangsa. Bahasa Indonesia terdapat perbedaan kala berbicara dengan teman sebaya ,orang yang lebih tua, bahkan orang tua, ayah dan ibu kita. Budaya Indonesia memang menggajarkan sopan santun khususnnya kepada orang tua dengan panggilan ayah, aji, biyung, inang merupakan pengghormatan kepada orang tua. Nilai-nilai kesopanan inilah kita sebagai generasi millennial untuk menjaganya dan menggunakan bahasa inodensia sesuai kaidah – kaidah bahasa Indonesia.

Oleh : ST.MUTMA’INAH

Mahasiswa Pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam (FA’I) Universitas Muhammadiyah Mataram

iklan bkbpp

News Feed