oleh

Sejak 2018, Belasan Penderita HIV/AIDS di Sumbawa Meninggal Dunia

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, sejak tahun 2018 hingga Agustus 2019, sebanyak 13 orang penderita HIV dan AIDS (ODHA) meninggal dunia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dikes Sumbawa melalui Kabid Kabid P2PL, Agung Riyadi, kepada wartawan belum lama ini. Dikatakan, sejak 2018, Dikes Sumbawa menangani 34 orang dengan HIV dan AIDS (ODHA).

Dimana, pada tahun 2018, ODHA yang tercatat sebanyak 24 orang, terdiri dari 14 orang HIV dan 10 orang AIDS, dalam perjalanan penanganannya, 9 orang meninggal dunia, 5 orang lost kontak atau tidak datang lagi ke sarana layanan. Sehingga sampai akhir tahun 2018, ada 10 orang yang ditangani.

Sementara  di tahun 2019 lanjut Agung, kembali ditemukan kasus ODHA baru sebanyak 10 orang. Terdiri dari HIV 3 orang dan AIDS 7 orang. Total ODHA sejak 2018 menjadi 20 orang. Namun hingga Agustus 2019, 4 orang diantaranya meninggal dunia dan 2 orang lost kontak.

Baca juga:  Ratusan Masyarakat KSB, Ikut Operasi Katarak Gratis.

“Sehingga kasus yang kita tangani sampai Agustus 2019, 14 orang. Sudah ada 13 yang meninggal karena sudah AIDS. Karena biasanya abai terhadap pengobatan. Kita tidak bisa memantau dalam minum obat,” ujarnya.

Diungkapkannya, perbedaan antara HIV dan AIDS yaitu untuk HIV tidak bergejala sedangkan AIDS sudah muncul gejala seperti infeksi overtunistik, jamuran disekitar mulut dan ketika si penderita mengalami TBC atau diare tidak sembuh-sembuh.

“Tetap belum tentu semua yang saya sebut infeksi overtunistik itu AIDS dan memang perlu diperiksa. Kalau ada seperti itu, patut kita periksa HIVnya terinfeksi atau tidak. Orang TBC patut kita periksa. Kalau  ada laporan yang diarenya tidak sembuh padahal sudah diberikan obat, kita curigai jangan-jangan dia AIDS,” ungkapnya.

Agung menjelaskan, dalam penanganan pengobatan yang dilakukan selalu disertai dengan konseling dan pemberian motivasi.

Pihaknya mengingatkan kepada penderita untuk tidak menularkan kepada orang lain. Kemudian diingatkan juga untuk tidak tertular penyakit dari orang lain, mengingat daya tahan tubuh yang mulai melemah

Baca juga:  Proses Tender, Puskesmas Buer dan Moyo Hilir Dibangun Tahun Ini

“Yang diingatkan kepada mereka untuk misalnya jaga makanan biar tidak diare. Kemudian  perbanyak makanan yang mengandung gizi. Maksudnya agar daya tahan tubuhnya bisa sistem amunitasnya terjaga. HIV ini tidak akan menular kalau seandainya tidak melalui hubungan badan, kemudian jarum suntik, transfusi darah dan organ. Yang perlu dilakukan hati-hati untuk petugas kesehatan, harus terapkan SOP kewaspadaan universal. Karena rawan tertular yang langsung bersentuhan dengan pasien. Terhadap masyarakat hindari seks bebas dan narkoba. Karena itu pintu masuk HIV. Masyarakat umum hati-hati dalam mentransfusi darah,” demikian. (KS/aly)

iklan bkbpp

News Feed