oleh

Hingga 2019, 25 milyar Dana Krabat Telah Dikucurkan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – “Kredit Sahabat, yakni kredit tanpa bunga yang diperuntukkan bagi petani miskin, yang merupakan salah satu program unggulan kami dalam ikhtiar mewujudkan desa bebas rentenir di Kabupaten Sumbawa”. Hal tersebut disampaikan Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc., saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Penyaluran Kredit Sahabat (Krabat), di Aula Madelau ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin (2/12/2019). Rakor dihadiri oleh beberapa Pimpinan OPD terkait, para Camat, Kepala Desa, dan segenap Pengurus Bumdes.

Dasar pemikiran lahirnya program desa bebas rentenir melalui dana Krabat, menurut Bupati, terkait permasalahan petani di perdesaan yang belum dapat mengakses modal kerja pertanian secara cepat dan mudah, serta masih ada ketergantungan terhadap pihak rentenir, sebagai pemberi pinjaman dengan bunga yang tinggi. Krabat diberikan tanpa bunga kepada para petani miskin, sebagai upaya pemerintah daerah untuk melindungi petani yang mengalami kesulitan permodalan dari jeratan rentenir, jelasnya.

Sampai dengan tahun 2019, ungkap H. Husni, sebanyak 25 milyar dana Krabat telah dikucurkan kepada 14.874 petani miskin, yang tersebar di 126 desa pada 18 kecamatan. Bupati berharap melalui pemberian dana Krabat, pemerintah daerah dapat memberikan kemudahan dan akses permodalan bagi petani miskin yang ada di desa, dalam mengelola kegiatan usaha tani, sehingga penanggulangan kemiskinan dan ikhtiar mewujudkan desa bebas rentenir dapat tercapai.

Bupati mengajak para manajer Bumdes untuk lebih serius dan lebih amanah dalam menjalankan tata kelola keuangan Bumdes yang baik dan bersih, baik yang bersumber dari APBD, dana desa, maupun sumber-sumber lain yang sah. “Saya juga minta kepada pihak-pihak terkait, terutama tim pengendali Krabat dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah, agar lebih meningkatkan perannya dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana Krabat”, pungkasnya.

Sementara Kepala Bagian Perekonomian Setda Kab. Sumbawa, Irine Silviani, SE., MM., dalam laporannya menyampaikan maksud dari kegiatan tersebut, untuk memberikan informasi tentang kondisi pelaksanaan Program Kredit Sahabat yang meliputi permasalahan ditingkat lapangan, alternative solusi dan penyampaian perubahan regulasi Perbup yang terdapat beberapa perubahan.

Dikatakan, kegiatan yang berlangsung berkat kerjasama dengan Kompak tersebut, bertujuan untuk memperoleh informasi kondisi Bumdes penerima Krabat, dan memahami hasil monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Kompak. Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk mengidentifikasi permasalahan dan alternative pemecahan masalah, serta meningkatkan pemahaman tentang Peraturan Bupati tentang Kredit Sahabat, jelasnya. (KS/aly)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed