oleh

“The Feelings of Reality”, Advokasi Disabilitas Melalui Penelitian, dan Produksi Film Dokumenter

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Forum Film Dokumenter (FFD) menggelar pemutaran film dokumenter mengenai kehidupan nyata penyandang disabilitas. Pemutaran film yang bertajuk “The Feelings of Reality” ini berlangsung pada, Rabu (27/11/2019) di Aula Hotel Sernu Raya, Jl. Bungur, Labuhan Sumbawa, Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, NTB.

Kegiatan diisi dengan pemutaran Film documenter dengan menggunakan Virtual Reality Box, kemudian diskusi isu disabilitas besama SIGAB . Kegiatan diikuti oleh Pemerintah setempat, organisasi peduli difabel, Filmmaker, dan awak media.

Adapun Film documenter yang diputar merupakan hasil workshop yang dilakukan di empat wilayan yakni Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, dan Sumbawa. Film tersebut merupkan hasil produksi oleh filmmaker bersama dengan FFD.

Alwan Berlian, Project Officer Program The Feelings of Reality ditemui disela-sela pemutaran Film mengatakan, The Feelings of Reality merupakan program advokasi isu difabel melalui penelitian, dan produksi film dokumentar Visual Reality (VR).

Dijelaskan, Program “The Feelings of Reality” merupakan salah satu program dari Forum Film Dokumenter (FFD) yang dikerjakan dari rentang tahun 2018-2020. Program tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari proses penelitian atau riset, workshop, produksi, distribusi, ekshibisi, dan bermuara di pengarsipan.

“Sebelumnya, dalam program ini telah dilaksanakan tahap penelitian hingga produksi oleh para filmmaker setempat di empat wilayah wilayah itu. Saat ini kami memasuki tahap distribusi film dalam bentuk kegiatan private screening,” terangnya.

Lanjut Alwan, kegiatan private screening berupa pemutaran film hasil workshop yang bertujuan untuk memperkenalkan teknologi berupa virtual reality sebagai wahana untuk mendapatkan pengalaman menonton yang lain serta sebagai medium untuk membicarakan wacana disabilitas dan kontekstualisasinya dengan program tersebut.

“ kemudian kita lakukan diskusi mengenai Virtual Reality (VR) sebagai medium untuk mengadvokasi isu difabel juga kemungkinan kerjasama maupun kolaborasi di masa mendatang, guna memperluas jangkauan terhadap medium VR dan juga wacana dalam pengembangannya terkait isu yang diangkat. Dalam kesempatan ini, kami mengajak salah satu anggota dari SIGAB Indonesia yang mana juga selama ini telah menjadi mentor kami selama proses workshop berlangsung. Besar harapan kami dapat memberikan perspektif baru dalam hal media sebagai advokasi dan menerima sebanyak mungkin timbal balik maupun saran sebagai pengembangan program ke depan,” pungkasnya. (KS/aly)

News Feed