oleh

Peduli Hutan, PMII Cabang Sumbawa Gelar Unjuk Rasa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sumbawa menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (29/10/2019) pagi tadi. Unjuk rasa bermula di jam gadang pertokoan Kota Sumbawa, kemudian di Mapolres Sumbawa dan berkhir di Kantor Bupati.

Hamzah Gunawan Kordum aski tersebut mengungkapkan, unjuk rasa digelar karena PMII Cabang Sumbawa prihatin dengan kondisi hutan Sumbawa saat ini. Mereka menilai pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak mampu mengelolah hutan secara berkelanjutan.

Hal tersebut dikarenakan maraknya illegal loging dan pembakaran Hutan dan Lahan, sehingga merusak hutan yang mengakibatkan berkurangnya sumber air. Ditambah lagi, dengan adanya program pemerintah yang menargetkan prduksi 2 juta ton jagung sehingga membuat masyarakat berlomba-lomba untuk mensukseskan program tersebut namun dengan merusak hutan yakni membakarnya untuk membuka lahan.

“Dari program tersebut pemerintah menargetkan produksi jagung 2 Juta ton Pertahun. Sehingga masyarakat petani berlomba-lomba untuk mengsukseskan. Alih fungsi hutan dan pembakaran hutan kian bermunculan. Pembakaran lahan untuk bercocok tanam berpotensi menjadi penyebab kebararanhutan. Aktivitas tersebut sering kali tidak disertai upaya melokalisir api. Sehingga merambat ke kawasan hutan,” paparnya.

Menurutnya, kerusakan hutan berdampak pada masalah terjadinya kemarau panjang, makin berkurangnya daerah resapan air, hilangnya sumber mata air dan kurangnya cadangan air dalam tanah. Dari dampak tesebut, ada 17 kecamatan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.

Baca juga:  Informasi Pembuatan SIM Kolektif Di Taman Mangga, Ternyata Hoax

Selain itu, banjir menjadi masalah yang akan dihadapi ketika musim hujan tiba. Pada musim penghujan Kabupaten Sumbawa dihadapkan pada kondisi banjir hal ini disebabkan oleh kerusakanhutan.

“Pemerintah Kebupaten Sumbawa harus mengambil sikap tegas akan kondisi hutan saat ini. Meskipun pemerintah kabupaten tidak punya wewenang dalam menangani masalah hutan akan tetapi pemerintah kabupaten harus mampu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Selainitu, pemerintah juga harus mampu membuat kebijakan yang ramah lingkungan dan mengedepankan sistem pengelolaan yang berkelanjutan,” terangnya.

Lanjutnya, melalui aksi ini, PMII Kabupaten Sumbawa, meminta dan mendesak pemerintah Kabupaten setempat untuk segara melakukanupaya-upaya pemulihan kerusakan lingkungan dan pelestrianhutan di kabupaten Sumbawa, mondorong pemerintah untuk menyusun program yang senergi dalam pengelolaan hutan dan lingkungan hidup. Meninjau dan mengontrol ulang izin-izin perusahan perusak lingkungan dan tidak mengeluarkan izin kepada perusahaan yang akan merusakling kungan. Memberikan jaminan terkait perlindungan dan pemberdayaan petani. Menindak tegas oknum pejabat yang bermain dan membantu oknum yang merusak lingkungan/hutan. Dan meminta kepada instansi terkait (Kepolisian, TNI dan KPH) untuk tidak melindungi atau tidak berpihak kepada pelaku atau oknum yang merusak lingkungan.

Baca juga:  Waka Polres Sumbawa Beri Semangat dan Motivasi di Lingkungan Panca Warga

Saat unjuk rasa di Mapolres Sumbawa, massa aksi diterima oleh Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatro SIK. Ia menyampaikan bawha pihaknya bersama dengan pemerintah daerah telah melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap apa yang dimaksud oleh massa aksi.
Dimana, beberapa waktu lalu, pihaknya telah menggelar rapat dengan Pemda dan isntasi terkaiat, dan akan membuat tim khusus untuk pencegahan dan penanganan kasus pengerusakan lingkungan.

Sementara untuk pelaku perusakan lingkungan akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Ia meminta kepada massa aksi untuk mempercayakan semua kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

“saat ini masalah pembakaran hutan sedang kami tangani. Nanti kalau ada hasilnya akan kami ekspose. Serahkan penegakan hukum pada kami,” pungkasnya.(KS/aly)

iklan bkbpp

News Feed