oleh

Husni Djibril Angkat Bicara Soal Poros Perubahan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Nampaknya tensi politik jelang piklada 2020 semakin meningkat, pasalnya, Bupati Sumbawa aktif, H. Husni Djibril pun angkat bicara saop Poros Perubahan yang dibentuk oleh enam parpol beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, tidak khawatir ataupun takut dengan adanya koalisi besar itu. Menurutnya, hal tersebut sengatlah wajar di dalam dunia politik, terlebih lagi jika adanya pihak-pihak yang ingin menghalangi langkahnya untuk kembali menjabat sebagai bupati.

“Karena bukan demokrasi namanya, ketika semua mendukung satu orang. Jangan digalau-galaukan dan jangan dikhawatirkan, silakan saja bentuk Poros apapun. Silakan saja jika ingin mengganti Husni. Siapa yang menang pada Pilkada mendatang, pasti dia yang memimpin dan siapa yang kalah ya istirahat. Itu saja kok repot,” kata kepada sejumlah awak media usai Sholat Jumat di Masjid Syuhada Polres Sumbawa.

Ia turut senang dengan terbentuknya poros tersebut, sebab dengan terbentuknya poros itu, ia dapat mengetahi mana kawan mana lawan. “Justeru saya bangga. Artinya sudah jelas lawan kita. Yang saya khawatirkan saya tidak punya lawan,” tukasnya.

Husni juga tidak ini banyak berkomentar terkait apa yang dituding oleh Poros Perubahan bahwa Pemerintah yang saat ini ia pimpin dinilai tidak jalan atau stagnan. Namun yang menjadi pertanyaannya apakah pemerintahan sebelum dirinya bisa membangun seperti apa yang dibangunnya saat ini.

Haji Husni menegaskan, pemerintahannya telah mewujudkan mimpi masyarakat Sumbawa yang tercetus sejak jaman bahula. Ia mencontohkan Bendungan Beringin Sila, Rumah Sakit, Pasar Seketeng, dan pasar-pasar kecamatan.

“Itu mimpi masyarakat yang bisa saya wujudkan. Selama ini mereka hanya memberikan mimpi-mimpi, khayalan semata dan meninabobokan. Sedangkan saya memberikan fakta, membangunkan masyarakat dari tidur panjangnya. Ini saya lakukan hanya dalam waktu 3 tahun pemerintahan ini,” ujar Haji Husni.

Dalam waktu dekat, ungkapnya, akan terbangun Dermaga Teluk Santong, dan Bendungan Kerekeh. Untuk Bendungan Kerekeh Kecamatan Unter Iwis ini, sudah dilakukan beberapa tahap, mulai dari sosialisasi hingga dianggarkan dana pembebasan lahan. Selain itu jalan-jalan terus dibangun untuk membuka akses masyarakat terutama yang berada di daerah terpencil dan terisolir.

Bagaimana dengan janji kampanye Husni—Mo yang sampai sekarang belum terealisasi seperti Pupuk Gratis, Jalan Mantap 100 Persen dan lainnya ? Haji Husni tidak menampiknya. Ditegaskannya, siapapun orang memiliki cita-cita dan menggantungkannya setinggi langit. Itu bukan hal yang salah. Yang salah justru ketika cita-cita itu tidak ditindaklanjuti.

“Saya kan ada progressnya, namanya cita-cita dan harapan boleh dong saya katakan 100 persen, dimana letak salahnya. Kecuali saya menjanjikan 100 persen dan saya tidak berbuat, itu yang salah. Saya berbuat disesuaikan juga dengan anggarannya. Contohnya Jalan Batu Lanteh. Saya sudah perintahkan di setiap tahun anggaran, tapi perangkat kerja kita mengatakan bahwa begitu besar anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan di Batu Lanteh. Sebab kalau mendambakan hotmix, anggaran yang harus disediakan mencapai ratusan miliar. Ini jika difokuskan ke Batu Lanteh maka program-program lain yang juga menyangkut hajat hidup orang banyak akan gagal direalisasikan. Makanya saya rubah konsep untuk tidak lagi berpikir hotmix tapi setiap tanjakan dan penurunan dibeton saja dulu, dikepras agar landai,” jelasnya.

Program-program yang dilakukannya ini, sambung Haji Husni, tidak ada kaitannya dengan Pilkada mendatang, melainkan semata-mata kepentingan masyarakat dan menjadi kewajiban pemerintah untuk melaksanakannya sebagai ikhtiar mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan secara merata. (KS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita TERKKINI