oleh

Mengenal Kolesterol Dalam Tubuh

-Kesehatan-37 views

Oleh dr.RACHMAT SURYAMAN                    Dokter umum di puskesmas Moyo Hulu

Kabarsumbawa.comDyslipidemia merupakan kondisi pada saat kadar lemak dalam aliran darah terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kolesterol merupakan zat gizi atau komponen lemak kompleks yang dibutuhkan oleh tubuh sebagaimana zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan lain-lain. Secara umum kolesterol dibagi atas 2 jenis yaitu HDL(High Density Lipoprotein), biasa disebut dengan ‘kolesterol baik’ karena berperan menjaga pembuluh darah arteri tetap bersih dan bagus untuk kesehatan jantung. Sedangkan LDL (Low Density Lipoprotein)sering disebut ‘kolesterol jahat’ karena berperan meningkatkan resiko aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah karena penumpukan plak kolesterol. Aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke dan lain-lain. Oleh karena itu nilai semakin banyak nilai HDL dalam tubuh semakin baik, sebaliknya semakin banyak LDL dalam tubuh akan memicu berbagai penyakit.

Faktor yang mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah bisa dari makanan (susu, daging sapi/kambing, santan, mentega dll), berat badan yang berlebihan, kelebihan berat badan dapat meningkatkan trigliserida dan menurunkan HDL(kolesterol baik). kurang aktivitas fisik/olahraga, menyebabkan penimbunan asupan energy/makanan dalam tubuh yang akan menjadi jaringan lemak sehingga meningkatkan kadar LDL dan menurunkan kadar HDL. Umur dan jenis kelamin juga berpengaruh dimana pada usia 50 tahun kadar kolesterol pada laki-laki terus menerus meningkat, sedangkan pada wanita kadar kolesterol tinggi saat menopause.

Baca juga:  Akibat Gempa, 143 Pasien RSUD Sumbawa Dirawat di Tenda Darurat

Secara umum gejala yang sering muncul apabila semakin tinggi kadar kolesterol dalam darah antara lain, sakit kepala terutama pada bagian tengkuk dan kepala bagian belakang, pegal-pegal bagian pundak, merasa cepet capek dan lelah, sendi terasa sakit, kaki terkadang membengkak, mudah mengantuk, vertigo dan migraine yang sering kambuh.

Kolesterol tinggi meningkatkan risiko seseorang terkena penyempitan pembuluh darah arteri, karena penumpukan plak dan pengerasan dinding pembuluh darah arteri yang disebut aterosklerosis. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit jantung koroner bila aterosklerosis terjadi di pembuluh darah jantung. Penyakit jantung koroner dapat ditandai dengan keluhan nyeri dada atau angina, dan berisiko menyebabkan serangan jantung. Kondisi serupa dapat terjadi pada pembuluh darah otak yang akan menyebabkan stroke, juga pada pembuluh darah lainnya, seperti tungkai, lengan, serta perut, yang akan menyebabkan penyakit arteri perifer. Selain masalah jantung dan pembuluh darah, kolesterol tinggi juga dapat meningkatkan pembentukan kristal empedu yang bisa mengeras menjadi penyakit batu empedu. Mengingat risiko dari kolesterol tinggi, maka perlu dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah secara berkala. Pemeriksaan tersebut dianjurkan, terutama bagi seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung dan pembuluh darah, serta bagi seseorang yang memiliki berat badan berlebih, hipertensi, atau diabetes.

Beberapa cara untuk mengendalikan kolesterol dalam darah antara lain, memperbaiki pola makan dan gaya hidup, seperti mengurangi makanan yang mengandung tinggi lemak dan minyak, memperbanyak asupan buah sayuran terutama buah dengan kandungan lemak baik seperti alpukat. Menghindari rokok dan minuman beralkohol serta perbanyak aktivitas dan rutin berolahraga.

Baca juga:  Bertambah, Positif COVID-19 di NTB Jadi 41 Orang

Beberapa hal yang dapat memengaruhi kadar kolesterol

• Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol meningkatkan kadar kolesterol darah Anda.
• Berat badan. Berat badan berlebih meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung. Mengurangi berat badan dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol Anda.
• Tidak aktif. Gaya hidup yang jarang bergerak adalah faktor risiko untuk kadar kolesterol yang tinggi dan penyakit jantung. Aktif secara fisik juga membantu Anda mengurangi berat badan.

Maka dari itu, memiliki gaya hidup yang sehat adalah cara yang baik untuk mengendalikan kadar kolesterol Anda. Pilihlah makanan dengan lemak jenuh yang rendah dan rendah kolesterol dengan banyak serat yang mudah larut.

Pilihlah daging tanpa lemak, ikan, tanpa kulit, gandum utuh, buah dan sayuran. Batasi konsumsi makanan yang tinggi kolesterol seperti hati dan daging organ lainnya, kuning telur dan produk susu penuh lemak. Selain itu, cobalah untuk bergerak sebanyak mungkin. 30 menit aktivitas direkomendasikan bagi semua orang.Tidak lupa juga dibarengi dengan rutin memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat untuk mencegah progesifitas penyakit yang tidak terkendali

Komentar