oleh

Pemdes Diminta Tingkatkan Kemampuan Manajerial dalam Penyelenggaraan Fungsi

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Bupati Sumbawa melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd membuka secara resmi Rapat Koordinasi Peningkatan Kinerja Pemerintah Desa dan sekaligus Pemantapan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2020 se-Kabupaten Sumbawa pada Rabu pagi (25/9) di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan anggota Forkopimda Kab. Sumbawa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Sumbawa beserta jajaran, Pimpinan OPD, para Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Sumbawa.

iklan kampanye

Bupati Sumbawa dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kab. Sumbawa Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd menyatakan bahwa Desa merupakan “etalase” atau garis depan pemerintahan.

Kepala Desa dan segenap perangkat desa harus lebih berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan manajerial dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan dan pembangunan desa, untuk mewujudkan

“Sumbawa Hebat dan Bermartabat”. “Manakala Desa sebagai ujung tombak dan garda terdepan pemerintahan ini justru tidak maksimal dalam berkonstribusi mewujudkan sumbawa hebat dan bermartabat tersebut,” ucapnya.

Bupati mengingatkan para Kepala Desa dan perangkat desa agar senantiasa tertib administrasi dalam pengelolaan keuangan desa, termasuk tepat waktu dalam penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan, juga terkait penyampaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) dan Laporan Keuangan Pemerintah Desa (LKPD) akhir tahun dan akhir masa jabatan, agar dapat disampaikan kepada Bupati melalui Camat. Terkait 6 desa yang belum melakukan input data profil desa, Bupati minta segera menginput data profil desa tahun 2019. Termasuk perencanaan RKPDes 2020 dan draf APBDes 2020 agar segera disusun dan diselesaikan mengingat akan memasuki tahun anggaran 2020. Bupati juga minta pemerintah desa agar proaktif mengajak masyarakat untuk bersikap dewasa dan matang dalam berdemokrasi.
Khusus kepada Kepala Desa, Bupati berpesan agar senantiasa menjaga kondusifitas desa dengan sebaik-baiknya, dengan tetap memegang teguh seluruh peraturan yang berlaku termasuk dalam hal pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa, jalin komunikasi dan koordinasi sebaik-baiknya dengan semua elemen yang ada di desa, dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), pendamping desa, karang taruna, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan.

Baca juga:  Buruh Dihimbau Tidak Lakukan Aksi "May Day"

“Kepada para sahabat Camat yang tahun ini desa-desa di wilayahnya mendapat dana krabat, saya minta agar senantiasa melakukan pendampingan, pembinaan dan monitoring sehingga dipastikan bahwa program tersebut berjalan dengan baik di lapangan. Demikian pula agar sahabat Kepala Desa senantiasa melakukan pembinaan dan berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sehingga keberadaan krabat benar-benar dapat membantu dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani miskin,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Sumbawa Varian Bintoro, S.Sos.,M.Si melaporkan tujuan rakor adalah untuk membekali panitia dalam mengemban tugas dan amanah sebagai panitia yang menyelenggarakan pemilihan Kepala Desa secara serentak pada tanggal 4 Maret tahun 2020 yang akan datang, berjalan dengan baik, aman, tertib dan terkendali.

Dikatakan, sebagai wujud konkrit dari keberpihakan (afirmasi) kepada desa adalah dengan diluncurkannya Dana Desa (DD) yang cukup fantastis. Pada tahun 2019 ini Dana Desa yang dialokasikan untuk pelayanan dasar dan ekonomi antara lain Posyandu 9.427.285.025,00, KB 1.640.816.450,00, jambanisasi dan air bersih 6.342.028.854,00, rumah tidak layak huni 4.687.214.150,00, Sorga Desa 4.530.842.272,00, lembaga adat 533.512.800,00, perpustakaan 837.943.600,00, produk unggulan 1.368.270.982,00, data penduduk 2.062.978.141,00, embung desa 1.990.354.487,00, PKK 2.292.978.190,00 dan PAUD 8.912.854.353,26. Apabila diakumulasi semua afirmasi Dana Desa untuk layanan dasar dan ekonomi adalah sebesar Rp.44.627.079.304,26 atau sekitas 36.02 % dari Dana Desa yang dikucurkan pada tahun 2019.

Baca juga:  Pemkab Sumbawa Raih Penghargaan Anugerah Daerah Berprestasi Penerima DID 2016

Adapun alokasi Dana Desa penyetaran modal bumdes di 157 desa se kab. Sumbawa melalui Dana Bumdes dan Dana Kerabat yaitu penyetaran modal bumdes dari dana desa tahun 2017 sebesar Rp. 9.245.071.770 terbagi 157 desa, penyetaran modal bumdes dari dana desa tahun 2018 sebesar Rp. 5.002.486.943 terbagi 157 desa, penyetaran modal bumdes dari APBN Kemendes 2017 sebesar Rp.550.000.000 terbagi pada 11 bumdes atau masing-masing Rp. 50.000.000, penyetaran modal bumdes dari APBD Provinsi tahun 2018 sebesar Rp. 400.000.000 terbagi pada 4 bumdes atau masing-masing Rp. 100.000.000.

Sedangkan, alokasi anggaran APBD Kabupaten Sumbawa melalui dana kerabat di 157 desa se Kab. Sumbawa adalah alokasi anggaran APBD Kabupaten Sumbawa tahun 2017 sebesar Rp. 15.000.000.000 terbagi pada 75 bumdes, alokasi anggaran APBD Kabupaten Sumbawa tahun 2018 sebesar Rp. 5.000.000.000 terbagi pada 26 bumdes, rencana alokasi anggaran APBD Kabupaten Sumbawa Tahun 2019 sebesar Rp. 5.000.000.000 terbagi pada 56 bumdes.
Narasumber adalah Inspektur Kab. Sumbawa yang akan memaparkan tentang pengawasan, Kadis PMD tentang pemilihan Kepala Desa, Kabid Evaluasi LPPD tentang evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa, dan Kabag Pembangunan tentang desa model. (KS)

Komentar