by

Wonderful Sail To Indonesia Dongkrak Perekonomian Masyarakat Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Selama berada di Kabupaten Sumbawa, para Yacter peserta Wonderful To Indonesia, telah mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada, diantaranya, Pasar Potengan di Desa Pernek, Kecamatan Hoyo Hulu, dan Festival Tuwa Kawa di Desa Batu Dulang, Kecamatan Batulanteh.

Kegitan kegiatan tersebut merapakan rangkain kegiatan Festival Pesona Moyo 2019. Kunjungan puluhan wisatawan Mancanegara itu, membawah dampak postif bagi masyarakat teruma dibidang ekonomi. Dimana, perekonomian masyarakat diperkitakan meningkat dari biasanya.

Seperti yang diakui oleh Saguni, Kepala Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, menyebutkan, seluruh produk Poteng (Tape Ketang) yang dijual oleh masyarakat Pernek pada kegiatan Pasar Potengan itu, habis dibeli oleh para Yachter, bahkan banyak peserta yang tidak kebagian.

Menurutnya, pada hari itu, perekonomian masyarakat Desa Pernak diperkirakan meningkat hingga 400% dari biasanya. “Dampak setelah kegiatan ini, poteng di masyakat habis, baru ada tiga hari kemudian. Perkiraan pendapatan masyarakat saat kegiatan itu dikatakan naik 300% sampai 400% dari biasanya. Biasanya hanya 50 ribu, tapi hari itu luar biasa, karena setelah jam 2 semuanya sudah habis,” terangnya.

“Bahkan sampai saat ini masih menjadi pembicaraan masyarakat, kapan akan digelar lagi kegiatan itu. Mungkin nanti ada program dari kita bagaimana dampak kegitan ini, apakah setiap bulan akan diadakan, atau bagaimana,” sambungnya.

Baca juga:  Sumbawa Youth Fest 2020, Event Akhir Tahun untuk Pemuda Sumbawa

Kades Saguni, secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Bidan Destinasi Wisata, Dispopar Kabupaten Sumbawa, Muhammad Irfan, atas terselengara Pasar Potengan yang dihadiri oleh para Yachter.

“Jadi masyarakat Pernek menerima sangat antusias dan menyampaikan apresiasi kepada Kabid Destinasi Wisata. Harapan kedepan, karena kegiatan ini kita tidak bisa terlepas dengan Dinas terkait, kita mungkin akan berkoordinasi untuk membuat kegiatan ini per tiga bulan atau bisa setaip bulan tergantung masyarakat. Termasuk juga memberi pelatihan manajem bagi kelompok masyarakat, itu sangat dibutuhkan,” Pungkasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Oleh Ketua Pokdarwis Desa Batu Dulang, Ahong. Menurut Ahong, yang membuat peserta Sail tersebut tertarik dengan kegiatan festival Tuwa Kawa itu, adalah kesederhanan yang ditampilkan oleh masyarakat. Dimana para Yacter itu, tertarik dengan proses pengolahan kopi dari awal hingga kopi itu di minum.

Ia memperkirakan, selama kegiatan tersebut berlangsung, perputaran uang diperkirakan mencapai 5 hingga 10 juta. “Jadi untuk kegiatan ini keterlibatan sangat berdampak, terutama adanya peserta Sail. Secara garis besar selama kegiatan itu perputaran uang sekitar 5 sampai 10 juta,” tandasnya.

Baca juga:  3 Event KSB, Masuk Agenda Sail Moyo Tambora 2018

Terpisah, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pemuda Olahlaga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Irfan, Kamis (19/09/2019) di ruang kerjanya mengatakan, jika kedepannya event tersebut lebih dimatangkan lagi, maka dampak yang ditimbulkan juga akan lebih besar.

“Secara ekonomi uang berputar selama kegiatan, baik dari wisatawan domestic maupun mancanegara, itu diperkirakan 5 sampai 10 juta pada hari itu. artinya kalau kedepannya lebih kita mantapkan lagi event itu, maka lebih besar lagi manfaatnya,” pungkasnya. (KS/aly)