oleh

Si Pembunuh Sadis Itu Menyesali Perbuatannya

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – AP (18) Pelaku utama pembunuhan dan pembakaran kekasihnya Kholifatul Jannah alias Olive (19), mengaku menyesali perbuataan. Ia tega mengahabisi nyawa kekasihnya kemudian membakarnya lantaran terbakar api cemburu.

Kabar Sumbawa, Sabtu (14/09/2019) kemarin bersempatan bertemu dan mewawancarai AP yang saat ini tengah mendekam di rumah tahanan Polres Sumbawa, Saat ditemui Kabar Sumbawa, AP bersama rekannya LH, menggunakan rompi warna orange dan penutup wajah.

Saat ditemui Kabar Sumbawa, AP dan LH tidak banyak bicara. Namum AP sempat mengungkapkan jika ia menyesali perbuatannya. Terkiat motif pembunuhan yang ia lakukan, AP hanya menjawab dengan singkat, yakni lantaran ia cemburu kerena korban berselingkuh dengan pria lain.

“Saya sakit hati karena dia selingkuh,” ungkapnya AP.

AP mengaku, sebelum membunuh korban, ia bersama korban sempat melakukan hubungan bandan sebanyak dua kali di sebuah rumah kosong di Kampang Irian, Kelurahan Brang Biji, sebelum akhirnya keduanya cek cok dan berujung pada pembunahan terhadap korban.

“paginya saya jemput dia (koban) di gang rumahnya, saya bawah ke rumah kosong, kami behubungan badan dua kali, kemudian kami ribut, saya cekik, kemudian dia meninggal. Saya menyesal,” ungkapnya.

Untuk menghilangkan jejak, AP meminta bantuan rekannya yakni LH untuk membeli karung dan bensin, kemudian jasad korban dimasukan ke dalam karung dan dibawah menggunakan motor milik LH ke jalan lintas Kelapis, Kelurahan Brang Biji, untuk dibuang dan dibakar.

Untuk diketahui, kasus ini sedang dalam penanganan Satreskrim Polres Sumbawa. Kedua Pelaku juga sudah diamankan.(KS/aly)

Komentar

8 comments

  1. Setidak nya jangan sampai membuka aib korban. Gimana dngan keluarganya kasian keluarganya semua orang2 pada tau aib sang korban . Aib korban jgan di umbar2 lagi

  2. Enak sekali menyesal.. tlg yg berwenang agar diproses dengan semestinya, kalo dengan alasan masih anak2, tlg dipertimbangkan juga apa saja yg sudah dilakukan karena sudah tidak ada unsur anak2 dalam semua kegiatan yg dilakukan, dan akan jadi cerminan bagi anak2 yg lain ketika hukum tidak dapat berlaku sesuai dengan kasus yg terjadi.

Comments are closed.

berita TERKKINI