oleh

Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Upaya Pemasaran Produk Industri Rumahan

-Teknologi-44 views

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Kemajuan Teknologi Infromasi (TI) merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan di masa ini, karena kemajuan teknologi akan selalu berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia, termasuk pemanfaatan teknologi dalam sistem komunikasi di berbagai sektor kehidupan. Teknologi Informasi atau TI didefinisikan sebagai sebuah alat yang terdiri atas perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang digunakan untuk mengolah data dan menyebarkan informasi secara efektif dan efisien dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia.

Dalam bidang ekonomi, gemarnya masyarakat dalam memanfaatkan teknologi dalam berbagai aktifitas saat ini telah merubah prilaku pasar.Dahulu, bila seorang konsumen hendak ingin memperolah barang atau produk yang dibutuhkan, maka konsumen tersebut secara langsung akan berkunjung ke toko atau pasar terdekat, namun sekarang sudah tidak lagi demikian. Para calon konsumen cukup dengan memanfaatkan HP Android yang mempunyai aplikasi internet, maka dengan mudah dapat memilih barang yang dibutuhkan dengan berbagai merek di berbagai toko atau marketplace yang tersedia tanpa harus berkunjung langsung ke lokasi penjualan barang. Prilaku konsumen tersebut tentu merupakan hal yang wajar, mengingat keuntungan dari segi efisiensi waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan cara-cara sebelumnya yang relatif konvensional. Melihat kondisi tersebut, tentu merupakan sebuah peluang bagi para pelaku ekonomi khususnya produsen untuk memanfaatkan keberadaan TI dan internet dalam proses transaksi atau jual beli barang atau jasa.

Desa Kerekeh merupakan salah satu desa yang berada dalam wilayah Kecamatan Unter Iwes yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Sumbawa (± 20 menit). Kondisi topografi desa yang berada pada daerah perbukitan dan di sekitar daerah alir sungai memungkinkan kondisi tanah relatif cukup subur dan kaya akan sumber daya alam. Maka dari itu, tak heran bila banyak masyarakat desa kerekeh bermata pencaharian sebagai petani.

Salah satu jenis sumber daya alam yang melimpah ruah di desa tersebut adalah daun kelor. Hampir di seluruh bagian perkebunan masyarakat dipenuhi dengan rindangnya pohon kelor. Selama ini, masyarakat setempat memanfaatkan daun kelor sebagai sumber mata pencaharian dan sebagai sumber bahan makanan sehari-hari. Masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang biasanya memasarkan daun kelor secara langsung ke pasar-pasar terdekat.

Saat ini sudah terbentuk kelompok ibu-ibu industri rumahan yang bervisi pada peningkatan ekonomi masyarakat. Kelompok tersebut fokus bergerak pada pengolahan hasil pertanian (termasuk di dalamnya pengeolahan daun kelor) untuk kemudian dipasarkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, karena keterbatasan sarana promosi dan sasaran pemasaran produk, produksi barang menjadi macet dan berdampak pada kevakuman aktifitas kelompok.

Untuk mengatasi hal tersebut salah satu cara yang bisa dilakukan oleh produsen (dalam hal ini adalah kelompok ibu-ibu rumahtangga bersama BUMDes) untuk memasarkan barang yang dihasilkan adalah dengan memanfaatkan keberadaan TI dan jaringan internet, misalnya dengan memasarkan melaluisitus e-commerce. Situs e-commerce merupakan sebuah alamat domain dalam dunia maya (internet) yang disediakan oleh organisasi tertentu untuk melakukan transaksi jual beli barang. Situs e-commerce berasal dari dalam negeri dan luar negeri. E-commerce yang berasal dari luar negeri misalnya facebook.com, Lazada.com, Reveneve.com, Amazon.com, dan berbagai situs lainnya. Adapun situs yang berasal dari dalam negeri diantaranya bli-bli.com, TokoBagus.com, Bukalapak.com, belanja.com, dan berbagai situs lainnya.

Melalui e-commerce penjual dapat memasarkan produk secara cepat, luas, mudah, dan efisien tanpa ditarik biaya. Dengan meng-upload foto serta memberikan deskripsi produk yang ditawarkan, masyarakat dapat melihat dan membaca detail produk yang dijual selama 24 jam. Dengan demikian, terdapat peluang akan terjadinya jumlah peminat yang berdampak pada peningkatan jumlah produksi barang. Purbo dan Wahyudi dalam bukunya yang berjudul “Mengenal E-Commerce” menyebutkan bahwa terdapat beberapa keuntungan dalam pemanfaatan e-commerce yaitu (1) terbentuknya aliran pendapatan baru (revenue stream) yang lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional, (2) meningkatkan market exposure, (3) menurunkan biaya operasional (operating cost), (4) melebarkan jangkauan (global reach), (5) meningkatkan kesetiaan pelanggan (custumer loyality), (6) meningkatkan manajemen pemasok (supplier management), (7) memperpendek waktu produksi dan (8) meningkatkan rantai nilai (value chain).

Melalui Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi dengan meghadirkan narasumber Syarif Fitriyanto, M.Pd Dosen Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samawa.

Pada pelatihan ini, kelompok masyarakat dan BUMDes diperkenalkan dan dilatih untuk menggunakan teknologi sebagai bagian dalam upaya untuk meningkatkan produktifitas produksi dan penjualan barang. Pelatihan tersebut dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu dimulai dari tahap pengenalan, praktik, dan pendampingan.

Dalam tahap pengenalan, para peserta diberikan wawasan tentang bagaimana peran teknologi beserta pengaruhnya terhadap produktifitas produksi dan pemasaran. Sebagai gambaran, peserta diminta untuk memberikan penilaian terhadap beberapa foto produk hasil olahan yang telah bersentuhan teknologi dan yang belum bersentuhan maksimal dengan teknologi. Melalui kegiatan mengamati, menilai, dan berargumen para peserta mencoba untuk menemukan kelemahan dan kelebihan masing-masing produk, dengan harapan para peserta akan merubah mindset bahwasanya tampilan produk mempunyai peran penting dalam meningkatkan hasil penjualan.

Selanjutnya, dalam tahap praktik peserta diminta untuk melakukan percobaan secara mandiri. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian yang fokus pada teknik pengambilan gambar (foto) dan bagian yang fokus pada teknik pemasaran melalui marketplace. Kelompok masyarakat merupakan kelompok produksi barang, sehingga kolompok ini fokus dilatih tentang bagaiman teknik pengambilan foto agar dapat terlihat menarik dan punya daya jual. Adapun kelompok perwakilan BUMDes difokuskan untuk belajar mengenai teknik pengemasan dan pemasaran melalui marketplace. Marketplace yang dimaksudkan dalam pelatihan ini difokuskan pada marketplace yang tersedia di facebook dan penjualan produk melalui fan page.

Tahap terakhir adalah tahap pendampingan hingga proses pemasaran. Kedua kelompok yang telah terbentuk sebelumnya, selalu didampingi oleh Tim Pengabdian dari Universitas Samawa yang memang keilmuannya fokus pada bidang-bidang tersebut. Dengan harapan, pelatihan yang dilakukan ini dapat menjadi contoh bagi beberapa desa lainnya yang ingin menjual produk melalui pemanfaatan teknologi dan jaringan internet. Hingga pelatihan selesai telah dihasilkan beberapa contoh kemasan menarik, contoh foto marketing produk, dan fan page penjualan produk. (KS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed