oleh

Isak Tangis Keluarga Sambut Kepulangan Jenazah TKW Atul

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Isak tangis keluarga menyambut kepulangan jenzah Nur Azratul Laili Binti Abdul Azi. Pahlawan devisa asal Dusun Penyaring A Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, NTB ini tiba di rumah duka sekitar pukul 15.00 wita menggunakan ambulance milik BP3TKI Mataram.

Pemulangan almarhumah difasilitasi oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, serta Pemerintah Pusat dan BNP2TKI.
Setibanya di rumah duka, jenazah almarhumah diserahkan kepihak keluarga berserta berkas-berkasnya seprti paspor, sartifikar cargo, sartifikat otopsi dari Colombo, dokumen dari Kepolisian Colombo. Selanjutnya jenazah disholatkan, dan dimakamkan di Tempat Pemakan Umum (TPU) setempat.

Marwan Paman Almarhum ditemui usai pemakaman, menceritakan, bahwa almarhumah merupakan sosok yang pendiam. Ia berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2016 lalu, selama di negeri rantauan, almarhuma intens berkomunikasi dengen keluarga, bahka hingga satu hari sebelum pemulangannya.

Selama menjadi TKW lanjutnya, almarhumah tidak pernah mengeluhkan peroalan ketenagakarjaan. Namun beberapa bulan belakangan almarhumah mengeluhkan sakit diperutnya.

“Kemudian dia menginformasikan ke kami bahwa dia akan pulang. Dari informasi yang diterima dari almarhuma dia sakit perut, setelah kami komunikasi dan beberapa hari kemudian beredar dimedia sosial kalau dia meninggal dunia, tapi kami tidak percaya secara langsung, kami koordinasi kemana-mana termasuk ke PJTKI nya, dan Disnaker,” terangnya.

Atas meninggalnya Atul – panggilan akrab almarhuma, pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas kepergian almarhumah. Pihak keluarga juga berterima kasih kepada semua pihak atas pemulangan jenazah almarhuma hingga kampung halaman. Pihak keluarga juga berharap agar pemerintah Daerah melalui Disnakertrans setempat untuk dapat kebali memfasilitasi terkait pemulangan sisa barang milik almarhuma yang saat ini masih tertahan di Colombo Sri Langka.

Terpisah, Kepala DinasTenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa melalu Kepala Bidang Penta Khaeril Anawar, S.Sos., didampingi Kasi Penempatan Tenaga Kerja LN dan Pengendalian Tenaga Kerja Asing Ida Farida mengatakan, berdasarkan hasil otopsi terhadap jenzah almarhumah, didapati penyebab kematiannya adalah TBC. Hal tersebut diperkuat dengan adanya surat dari KBRI Colombo Nomor B-00208/COLOMBO/190829.

Dalam surat tersebut juga disebutkan, bahwa atas kesepakatakan keluarga, dimana segala biaya pengurusan janazah di Colombo dibayarkan dengan menggunakan uang yang dibawah oleh almarhumah. Dimana biaya pengurusan jenazah yang dilakukan oleh perusahaan pengurusan jenazah di Colombo sebesar USD 1.900,- atau Rp. 27.217.500,-.

Juga dijelaskan terkait pemulangan barang-barang milik almarhumah yang masih tertahan di Colombo serta sisa uang, akan diantarkan langsung oleh pihak KBRI Colombo saat berkunjung ke Jakarta pada 8-12 September mentang, akan diserahkan kepada ahli warisnya.

Ditambahan, karena almarhumah berangkat secara non procedural, maka hal lain seperti asuransi tidak ada. Hal tersebut menjadi urusan keluarga dengan agensi yang memberangkatkannya.

“Ini bentuk usaha kami selaku Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi kepulangannya dan kami serahkan jenazahnya ke bapaknya dengan disertai beberapa dokumen yang dilampirkan dalam perjalanan jenazah itu,” pungkasnya. (KS/aly)

News Feed