oleh

Tanaman Padi Terdampak Kekeringan Meluas, Puluhan Hektar Puso

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Musim kemarau yang melanda Wilayah Kabupaten Sumbawa mengakibatkan berkurangnya pasokan air. Hal tersebut sangat berdampak pada sektor pertanian.
Seprti yang terjadi di Kecamatan Alas, Kecamatan Moyo Utara dan Kecamatan Plampang. Dimana, di Kecamatan alas sebanyak 52 hektar tanaman padi mengalami kekeringan dan telah gagal panen atau Puso, yakni 45 hektar di Desa Marente dan 7 hektar di Desa Juran Alas.

Kemudian di Kacamatan Hoyo Utara seluas 1 hektar gagal panen dan telah diganti dengan tanaman palawija. Sementara di Kecamatan pelampang seluas 12 hektar yang tersebar di dua Desa yakni Desa Muer seluas 1 hekar kekeringan ringan dan di Desa usar seluas 11 hektar, 4 hektar diantaranya menuju status kekeringan sedang, sisanya ringan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa melalui Koordinator Pengendali Organisme Penganggu Tanaman (POPT) Iskandar, membenarkan jika luas tanaman padi yang terdampak kekeringan karena musim kamarau ini.

Dikatakan, terhadap tanaman padi yang belum puso atau masing berstatus kekeringan ringan dan menuju sedang, saat ini pihaknya tengah melakukan upaya penanganan, yakni melaukan pengairan dengan tujuan tanaman tersebut dapat terselamatkan.

“Data terbaru itu ada perubahan kemarin yang di Alas kemarin yang jadi puso 7 hektar tambahannya sebelumnya 45 yang puso di Desa Juran Alas kemudian untuk Desa Kalimago dan Luar pulih karena ada penanganan, itu di wilayan irigasi, untuk yang 7 itu elepasi daerahnya tinggi, jadi pembangian airnya tidak maksimal jadi akhirnya Puso,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa melalui Koordinator Pengendali Organisme Penganggu Tanaman (POPT) Iskandar. Kamis (22/08/2019).

“Kemudian untuk Plampang ada yang berubah dari ringan ke sedang yang awalnya 12 hektar kekeringan, 8 ringan, 4 menuju sedang, sekarang sedang ditangani kebetulan itu didaerah irigasi. Termasuk juga di Moyo Utara kemarin, ada 1 hektar, sudah diganti dengan palawija,” sambungnya.

Menjadi kendalam dalam proses pengairan lanjutnya, yakni berkurangnya debit air bedungan yang ada disekitar lokasi, hal tesebut dikarenakan terjadinya penguapan yang sangat luar biasa karana panas. “seharusnya debit airnya mencukup, namun karena ada penguapan jadi tidak mencukupi. Tapi sekarang sedang dalam penanganan,” pungkasnya. (KS/aly)

berita TERKKINI