oleh

Polres KSB, Gencar Sosialisasi Bahaya Peti dan  Pembentukan Satgas Penertiban Peti.

-Nasional-55 views

Sumbawa Barat, KabarSumbawa.com + Penambangan Tanpa Ijin (PETI), menjadi atensi Kepolisian Resor Sumbawa Barat. Hal ini ditegaskan dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan, salah satunya di Kecamatan Brang Rea, Kamis (22/8) tadi.

Sosialisasi dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap maraknya aktifitas PETI yang mengakibatkan rusaknya lingkungan dan bahaya dari dampak bahan kimia Mercury. Dalam hal ini Polres Sumbawa Barat bersama pemerintah kecamatan setempat mengambil langkah-langkah pencegahan.

Sosialisasi ini juga sebagai langkah jajaran Polres KSB seperti yang disebutkan atau sesuai dengan amanat UU RI Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Ini upaya pencegahan terhadap aktifitas PETI. Sesuai aturan, kita gelar sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat khususnya yang berada di kecamatan Brang Rea dengan melibatkan seluruh pelaku PETI,” jelas Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa, S.IK., MH.

“Rencananya dalam waktu dekat Satuan Tugas (Satgas) akan terbentuk, draftnya sudah ada. Terlebih dahulu kami lakukan sosialisasi sebelum melakukan penindakan secara hukum terhadap pelaku PETI,” imbuhnya.

Sosialisasi ini, lanjut Kapolres, di lakukan sebagai langkah awal untuk memberikan edukasi kepada para pelaku PETI. Karena jika sosialisasi tidak di indahkan, maka pihaknya akan melakukan upaya hukum bagi yang melakukan aktivitas gelondong, sesuai dengan pasal 103 UU 32 thn 2009 tentang lingkungan hidup.

Baca juga:  Belum Ada Solusi Terkait TPS Untuk Karyawan PTAMNT

“Bagi pelaku penambangan kami akan lakukan upaya hukum sesuai dengan pasal 158 UU minerba,” tegasnya seraya menambahkan, pelaku penjual Zat kimia,juga tidak luput dari pantauan hukum. Dimana pihaknya akan melakukan upaya hukum sesuai dengan pasal UU perdagangan.

“Mudah-mudahan para pelaku PETI bisa memahami terhadap pentingnya menjaga lingkungan, kesehatan terutama bahaya pengaruh Zat kimia berdampak pada kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Dandim 1628/SB yang di wakili, Pasi Intel Lettu inf Zainul Fahri menyampaikan hal yang sama karena menurutnya, kegiatan sosialisasi ini perlu sekali karena Pemerintah Daerah sangat mendukung sosialisasi-sosialisasi ini di lakukan agar masyarakat di kecamatan Brang Rea mengerti akan bahayanya zat kimia/Mercuri bagi kesehatan.

“Ketika tahapan sosialisasi sudah di laksanakan baru nantinya akan kita lakukan pendataan dan penertiban terhadap penambang,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, ia dan jajaran muspika lainnya mengerti mengapa rekan-rekan penambang melakukan aktivitas menambang karena beberapa faktor. Diantaranya faktor sosial, faktor hukum dan yang paling penting karna faktor ekonomi. Tetapi, tidak pernah melihat dampak dari bahan kimia yang digunakan bagi kesehatan masyarakat di sekitarnya dan kesehatan dirinya sendiri.

“Dengan sosialisasi ini kita harapkan masyarakat mengerti dan memahami tentang Undang-Undang Minerba khususnya mengenai sangsi dan pidana hukuman pelaku PETI,” imbuhnya.

Baca juga:  Jelajahi Danau Rawa Terbesar di NTB Yuk

Sementara itu,, Kepala Dinas Kesehatan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), H.M Yusfi Khalid mengatakan, sesuai data yang ada dalam tahun-tahun terakhir ini kami selalu menganalisa dan memantau penyakit yang berkembang di tengah masyarakat.

Di katakan Yusfi, dari sekian kasus penyakit selama ini di tangani pihaknya, sebagian besar di sebabkan oleh pengaruh zat kimia/mercury yang di gunakan oleh penambang emas tanpa melalui pengamanan. Hal itu dari hasil laboratorium bahwa masyarakat di kecamatan Brang Rea sekitar 70 persen tubuhnya terdampak Mercuri.

“Kami dari Dinas Kesehatan memberikan warning tentang bahaya pengaruh dari zat kimia mercury. Karena Imbas dari zat kimia sangat berbahaya bagi kesehatan, terlebih zat kimia yang di gunakan oleh pelaku PETI,” pungkasnya.(KS/yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *