oleh

UNSA Bantu Lestarikan Produk Herbal Warisan Tardisional Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Salah satu staf pengajar di Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar, Wening Kusumawardani, M.Pd.., berhasil memenangkan Hibam Hibah Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) KEMENRISTEK-DIKTI Tahun 2019.

Melalui Program tersebut, Wening membantu pengembangan usaha produksi produk herbal yang telah dilakukan oleh Badariah sejak 20 tahun yang lalu, meneruskan kegiatan pengobatan yang telah dilakukan secara turun temurun dalam keluarganya.

Usaha produksi produk herbal yang dilakukan oleh Badariah masih berupa usaha mikro. Lokasi usaha berada di Dusun Semongkat Desa Klungkung Kecamatan Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa.

Produk herbal yang dihasilkan oleh Badariah cukup banyak jenisnya antara lain minyak lala (minyak sumbawa), instan jahe-2 madu, instan kunyit-5 madu, seme (bedak tradisional sumbawa), odak (lulur tradisional sumbawa), teh herbal, jamu rebusan. Ia juga menjual madu dengan sarang dan madu yang telah diperas.

Adapun pemasarannya, meliputi pulau Sumbawa, Lombok, Bali dan Jawa. Dalam mengembangkan usahanya tersebut Badariah menemui banyak kesulitan, diantaranya, kurangnya modal, peralatan penunjang, kemasan yang masih sederhana tanpa label dan tanpa ijin usaha, manajemen produksi, manajemen keuangan dan perluasan jangkauan pemasaran.
Selaku pelaksanana program PKM ini, Waning berharap, melalui Hibah Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), UNSA membantu mitra binaan diantaranya Badariah dalam mengembangkan usahanya dengan memfasilitasi mendapatkan ijin usaha dan ijin edar PIRT/ Pangan Industri Rumah Tangga yang telah dilaksanakan dengan mendapatka 4 ijin usaha (madu, minyak lala/sumbawa, instan jahe2 madu dan instan kunyit5 madu), sedangkan ijin edar PIRT/ Pangan Industri Rumah Tangga masih dalam proses pengurusan pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa.

Kemudian lanjutnya, membantu dalam hal pengadaan bahan baku dan peralatan penunjang. Membantu meningkatkan kualitas produk agar sesuai standar BPOM/ Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui pelatihan manajemen produksi,yaitu produksi simplisia menjadi herbal terstandar BPOM, dan budidaya tanaman empon-empon serta bahan baku herbal. Membantu manajemen keuangan bagi usaha mikro-kecil melalui pelatihan pembukuan sederhana. Membantu mendesain dan melakukan pengadaan label (SEMONGKAT HERBAL) serta kemasan produk, termasuk pelatihan pengemasan.Membantu perluasan pemasaran melalui sosial media dan pasar online.

Sementara itu, Aliya Wartiningsih,M.Si, selaku narasumber pada pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran mengatakan bahwa agar usaha maju, maka diperlukan pembukuan yang baik, selain itu dalam hal pemasaran, selain pemasaran secara offline yang sudah dijalan mitra binaan yaitu melalui penjualan langsung pada konsumen di warung sendiri dan melalui agen, sangat diperlukan pemasaran secara online yaitu melalui sosial media (facebook dan instagram) dan pasar online online lainnya.

Mitra binaan “SEMONGKAT HERBAL”, Badariah dan keluarganya sangat menghargai kepedulian dunia pendidikan tinggi khususnya KEMENRISTEK-DIKTI dan UNSA terhadap keberadaan dan pengembangan usaha produksi produk herbal warisan leluhur tana Samawa. Mereka berharap agar program PKM ini terus berlanjut khususnya dalam hal pendampingan mitra binaan. (KS/-)

News Feed