oleh

Apa itu psoriasis?

-Kesehatan-150 views

Kabarsumbawa.com – Psoriasis vulgaris atau yang dikenal dengan nama psoriasis saja adalah suatu penyakit peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah dan sisik yang tebal.

Terkadang, dapat disertai dengan rasa gatal dan juga nyeri pada kulit yang terkena tersebut. Penyakit ini digolongkan dalam penyakit autoimun, dimana sistem imun di tubuh kita yang seharusnya melindungi kita dari penyakit berbalik menyerang tubuh kita sendiri.

Pada umumnya, siklus pergantian sel kulit orang normal memakan waktu 3-4 minggu, tapi pada penderita psoriasis hanya butuh 3-7 hari. Oleh sebab itu, kulitnya menjadi tebal dan bersisik.

Penyebab dari psoriasis pun erat kaitannya dengan sistem imun tubuh kita, faktor genetik dan faktor lingkungan. Dimana faktor lingkungan yang dimaksud tersebut adalah faktor yang dapat memicu terjadinya psoriasis pada seseorang yang memang ada bakat untuk psoriasis.

Faktor lingkungan tersebut meliputi luka pada kulit, beberapa jenis obat-obatan, stress, minuman beralkohol, merokok, infeksi dan juga ketidakseimbangan hormon.

Adanya peran dari faktor genetik membuat penyakit ini dapat diturunkan dalam suatu keluarga namun penyakit ini bukanlah suatu penyakit menular sehingga bila kita bersentuhan dengan orang yang terkena psoriasis maka kita tidak akan terkena psoriasis.

Baca juga:  Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sumbawa Siapkan Layanan Kejiwaan dan Narkoba

Selain radang pada kulit ternyata psoriasis juga dapat mengenai sendi serta kuku. Peradangan pada sendi atau dikenal dengan istilah artritis psoriatik didapatkan pada 40% pasien psoriasis.

Gejala yang ditimbulkan menyerupai radang sendi rematik seperti adanya bengkak pada jari-jari tangan maupun kaki, adanya rasa kekakuan terutama di pagi hari, dan bengkak pada sendi. Pada 80% pasien dengan artritis psoriatik ditemukan juga gejala psoriasis pada kuku, dengan gejala seperti adanya lekukan pada kuku, warnanya kusam, dan juga kuku menjadi hancur.

Berdasarkan penelitian, penyakit psoriasis ternyata tidak hanya berefek pada bagian luar yang terlihat saja melainkan memberikan dampak pada seluruh tubuh karena sel imun yang menyebabkan radang tersebut ternyata ditemukan pada seluruh tubuh sehingga pada penderita psoriasis ditemukan adanya peningkatan risiko terkena penyakit penyerta (komorbid) lainnya seperti jantung dan pembuluh darah, obesitas, diabetes, hipertensi, dislipidemia (kolesterol), sindrom metabolik, penyakit hati, kanker, cemas dan depresi, serta penyakit inflamasi usus. Oleh sebab itu, penting untuk dilakukan deteksi dini serta tatalaksana untuk penyakit komorbid tersebut.

Baca juga:  Update 04 Mei 2020 Covid-19 NTB, 275 Positif, 47 Sembuh

Derajat keparahan dari psoriasis dapat dibagi menjadi 3 yaitu ringan, sedang dan berat. Dimana, salah satu metode untuk mengukur derajat keparahan itu dapat digunakan skor Psoriasis Area Severity Index (PASI).

Kepentingan mengukur derajat keparahan ini diperlukan untuk menentukan terapi yang tepat dan melihat efek dari terapi. Namun, psoriasis merupakan suatu penyakit yang dapat datang dan pergi sewaktu-waktu.

Sehingga pengobatan dari psoriasis ditujukan hanya untuk mengurangi gejala dan mengkontrol penyakit tersebut, bukan untuk menyembuhkan secara sepenuhnya.

Namun, sekarang ini karena diketahui psoriasis memiliki banyak komorbid maka pemilihan terapi pun harus disesuaikan dengan komorbid yang ada sehingga sekali lagi penting bagi kita untuk melakukan skrining dalam terhadap penyakit-penyakit tersebut.

ksbksb ksbksb