oleh

KKL Tahun 2019, UNSA Kirim Ratusan Aset Produktif Kepada Masyarakat

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar melepas sebanyak 301 mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Tematik (KKK-T) tahun 2019, Rabu (31/07/2019) di ruang Auditorium UNSA.

Ratusan mahasiswa ini akan ditempatkan di 20 Desa yang tersebar di 10 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Mereka akan diabdikan kepada masyarakat selama kurang lebih satu bulen setengah.
Adapun tema KKL-T yakni Pengembangan Potensi Desa Untuk Peningkatan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan Berbasis Masyarakat. Pelepasan dihadiri oleh Rektor UNSA, Bupati Sumbawa, Camat, 20 kepala Desa yang dimaksud.

pelepasan kkl mahasiswa unsa tahun 2019Rektor Universitas Samawa Dr. Syafruddin, SE.,MM mengatakan, secera teori kelembangaan, KKL adalah mengirim aset produktif, mengirim faktor sosial ekonomi dan faktor sosial demografi yang terampil, yang artinya Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Daerah, serta masyarakat bisa berinteraksi dan bekerjasama dengan para mahasiswa yang tentunya mereka tetap dalam bimbingan para pembimbing yang sudah berkompeten dan teruji dibidangnya.

Untuk itu, ia berharap kepada para mahasiswa, agar tidak main-main dalam melaksanakan KKL, tetapi harus serius dan mampu menyumbangkan tenaga dan fikiran, serta menunjukkan kecerdasan ditengah-tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rasa syukur karena UNSA telah meraih hibah dari Kemenristekdikti setiap tahunnya. Terkait hal tersebut, Rektor berharap Pemda Sumbawa mulai berpikir dimana universitas, pemerintah dan masyarakat terlibat dalam melakukan program- program kemasyarakatan pembangunan.

“harus kita akui, masalah pengembangan SDM di Kabupaten Sumbawa terus dilakukan, hal ini terlihat dari begitu banyak mahasiswa UNSAyang lulus dan menerima beasiswa, termasuk semua dosen UNSA yang kuliah dapat beasiswa dari program nasional bahkan program Daerah,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Penjabat Sekda, Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas inisiatif sekaligus langkah maju Universitas Samawa yang untuk pertama kalinya menggelar KKL tematik. Mengingat KKL ini sejatinya merupakan salah satu bentuk kontribusi konkrit perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah daerah dalam menggeliatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan di lapangan dan kemudian dapat menawarkan solusi dari permasalahan tersebut.

“Harus digarisbawahi bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar kunjungan semata, tetapi harus ada esensi kebermanfaatan yang diperoleh mahasiswa ketika menjalani kegiatan KKL serta kebermanfaatan yang dirasakan masyarakat dari program-program yang dilaksanakan,” ucapnya.

Bupati berpesan agar selama pelaksanaan KKL, mahasiswa dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat, dengan tetap menjunjung tinggi adat istiadat yang berlaku di tengah-tengah masyarakat, serta menjaga nama baik almamater dan menghindari melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma agama maupun norma kesopanan seperti minum minuman keras atau melakukan tindakan asusila dengan lawan jenis, sehingga pelaksanaan KKL/PPL UNSA tahun ini dapat semakin menambah catatan baik tentang kontribusi Perguruan Tinggi terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNSA selaku penanggung jawab KKL-T 2019, Dr. Ieke Wulan Ayu, STP.,M.Si melaporkan peserta KKL tahun 2019 berjumlah 388 peserta. Dua kelompok tahap pertama telah mengabdi di Desa Maman dan Desa Batu Dulang. Dosen UNSA pada tahun 2019 memperoleh 5 hibah khusus pengabdian masyarakat, dan memperoleh peringkat kedua Perguruan Tinggi Swasta di wilayah NTB, setelah IKIP Mataram, dan menjadikan UNSA sebagai peringkat pertama se-Pulau Sumbawa dalam memperoleh hibah yang kompetisikan di tingkat Nasional.

Tahap kedua terdiri dari 20 kelompok dengan bentuk tematik dengan tiga pokok utama yaitu, adminduk dan STBM, yang merupakan kerjasama pemerintah dan swasta. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa telah mendapatkan pembekalan selama dua hari dari intansi terkait yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Diskoperindag, Dukcapil dan UNSA.

Setelah pembekalan, mahasiswa akan mengabdi di 20 lokasi desa yang tersebar di 10 kecamatan yaitu, UnterIwes, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Lopok, Lape, Plampang, Empang, Batu Lanteh, Rhee dan Buer.

Termasuk di dalamnya terdapat kegiatan PPL pada sekolah–sekolah terpilih sesuai program fakultas. Mahasiswa dibimbing oleh 10 dosen pembimbing di lapangan dengan kualifikasi pendidikan Doktor dan Magister. (KS/aly)

News Feed