oleh

Geliat Pokdarwis Alam Asri Pantai Jelenga, Menuju Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019

Geliat Pokdarwis Alam Asri Pantai Jelenga, Menuju Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019

Oleh Sri Susanty, SST.Par, M.Par (Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram)
Email: santy_010277@yahoo.com

Selama ini pariwisata Lombok menjadi pesona bagi wisatawan nusantara dan mancanegara, padahal di seberang Pulau Lombok terdapat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menawarkan destinasi wisata alam yang begitu menggoda, salah satunya adalah Pantai Jelenga. Pantai ini tiba-tiba menjadi pusat perhatian kami sejak berhasil masuk nominasi bersama 37 peserta lainnya dalam ajang Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Padahal bagi wisatawan asing, pantai yang mendapat julukan Scar Reef sudah menjadi surga. Beberapa kali even selancar internasional pernah dihelat di sini.
Sepanjang mata memandang, hamparan pasir putih berbentuk seperti merica membentuk tapal kuda dengan garis pantai sepanjang 3,9 km. Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Taliwang (Ibukota Kabupaten KSB) melewati perkampungan penduduk, persawahan, perkebunan kelapa dan jagung, juga gugusan bukit. Aksesebilitas jalan sangat bagus. Hanya sekitar 200 meter menuju pantai jalan masih berupa tanah yang dikeraskan. Berdasarkan informasi dari pengelola Pokdarwis Alam Asri, tingkat kunjungan wisata mencapai hingga 500 orang per minggu yang meliputi wisatawan local maupun wisatawan mancanegara yang berasal dari Inggris, Belanda, Jepang, USA, Canada, Australia, New Zealand, dam Amerika Selatan.
Amenitas wisata juga mulai dibangun oleh investor asing dan masyarakat lokal. Terdapat 4 hotel dengan 25 kamar, 3 unit homestay, 5 rumah makan/restoran/warung , 1 toko cinderemata, sarana kesehatan, jaringan air bersih, listrik, toilet umum, ruang ganti pakaian, tempat parkir, jalur evakuasi, menara pandang, tempat pembuangan akhir sampah, jalur evakuasi, dan fasilitas laundry. Berdasarkan potensi alam yang dimiliki, berbagai aktivitas wisata bisa dilakukan yaitu surfing, diving, snorkeling, memancing, menyusuri hutan bakau, menikmati sunset, berjemur, bermain kano, bersepeda air, wisata kuliner, berlayar mengelilingi pulau, mencari kerang, fotografi, paralayang, outbond, lintas alam, skyboard, dan melihat penyu bertelur.

ISTA ini terbuka bagi seluruh pengelola destinasi pariwisata di Indonesia yang meiputi pengelola kawasan, agen perjalanan, penyedia jasa, yayasan maupun masyarakat local yang telah menerapkan pariwisata berkelanjutan. Khusus di Pantai Jelenga diajukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alam Asri yang dikomandai oleh Bapak Jibrata Utama Arsyah. Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh ISTA ini adalah untuk membangun dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta para pelaku pariwisata mengenai kegiatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan serta memberikan apresiasi kepada destinasi-destinasi yang telah menerapkan prinsip Pariwisata berkelanjutan.
Pembangunan yang berkelanjutan pada hekekatnya ditujukan untuk mencari pemerataan pembangunan antar generasi pada masa kini maupun masa mendatang. ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia (Salim, 1990). Sedangkan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) adalah upaya pembangunan pariwisata di suatu destinasi yang meliputi aspek ekonomi, social budaya dan lingkungan untuk kebutuhan masa kini tetapi tidak mengorbankan atau mengurangi kebutuhan generasi yang akan datang, menciptakan masyarakat yang dapat berinteraksi satu sama lain dan pelaku wisata yang bersahabat dengan lingkungan hidup. Hakekatnya pembangunan pariwisata berkelanjutan berusaha untuk mewujudkan tiga kualitas, yakni kualitas hidup ”quality of life” masyarakat lokal, kualitas untuk mengembangkan usaha ”quality of opportunity” oleh para penyedia jasa dalam industri pariwisata dan terciptanya kualitas pengalaman wisatawan ”quality of experience”

Aspek Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan

Untuk menjadi salah satu nominee di ISTA 2019, Pokdarwis Alam Asri Jelenga harus memenuhi aspek pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Aspek Ekonomi, berkaitan erat dengan upaya untuk menyediakan peluang ekonomi kreatif jangka panjang bagi masyarakat tanpa merusak ekosistem alam. Adapun kegiatan yang telah dilakukan oleh pokdarwis ini adalah mengembangkan usaha seperti penyewaan akomodasi, fasilitas kemah, kuliner, penyewaan perahu, alat snorkeling, penyewaan tenda peristrahatan, dan menjadi pemandu wisata bahari.
Aspek Sosial, dipengaruhi oleh manusia sebagai pendukung komunitas dalam hal interaksi, interrelasi dan interdependesi. Dalam aspek ini, Pokdarwis Alam Asri Jelenga berupaya untuk mendistribusikan keuntungan dari pembangunan wisata kepada semua pihak yang terlibat walaupun dalam skala kecil. Setiap masyarakat diberikan kebebasan untuk berpartisipasi dalam aktivitas wisata tanpa mengenal usia dan strata social. Masyarakat di sekitar kawasan merupakan kawasan heterogen dan berasal dari Suku Sumbawa, Lombok, Bali, Bima, dan Jawa dengan mata pencaharian pokok sebagai petani dan nelayan. Keberadaan aktivitas wisata tidak menghambat aktivitas social budaya mereka bahkan semakin dilestarikan. Atraksi kesenian masyarakat ditampilkan pada saat even wisata berlangsung, hasil kerajinan masyarakat seperti selendang, topi, dan ganting kunci juga tersedia untuk souvenir. Untuk membantu mengembangkan Jelengre sebagai pariwisata berkelanjutan, kemitraan memegang peranan kunci. Kerjasama telah terjalin baik dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KSB yang berkaitan dengan masalah regulasi, bantuan faslitas wisata, dan pemasaran; PT Aman Mineral Nusantara sebagai mitra yang mendanai dan mensponsori berbagai even dan bantuan fasilitas wisata; Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram yang membantu dalam pembinaan dan peningkatan kapasitas SDM pengelola dan masyarakat; LSM Lokal Local Lembaga Riset dan Pengembangan Desa (RIPED) yang melakukan perencanaan dan penelitian pengembangan kawasan; Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Batu Layar yang bersama-sama dengan pokdarwis sebagai pengelola kawasan; Badan Usaha Milik Desa Beru dan Kecamatan Jereweh dari aspek permodalan; dan berbagai media yang terus menerus meliput pesona Pantai Jelenge.
Aspek Lingkungan (ekologi) ini terkait langsung dengan faktor-faktor alami yang terdapat di suatu destinasi. Berbagai upaya dilakukan oleh pokdarwis untuk menjaga kelestarian kawasan dan mengurangi degradasi lingkungan seperti mengelola sampah bekerjasama dengan aparat kebersihan desa, melindungi terumbu karang dan mangrove melalui edukasi kepada masyarakat dan wisatawan, menyediakan tempat sampah dan sarana toilet yang bersih, melakukan pembersihan pantai secara berkala, melakukan kegiatan transpalansi karang dan penanaman mangrove, serta menjaga habitat penyu yang bertelur.

Dalam melaksanakan aktivitasnya, tentu saja pokdarwis menghadapi berbagai hambatan dan kendala seperti masih adanya masyarakat yang belum mau berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pokdarwis karena sedikitnya manfaat ekonomis yang didapat, pengunjung masih membuang sampah secara sembarangan, kurangnya papan informasi dan peringatan, aktivitas masyarakat yang masih menggunakan bom untuk menangkap ikan sehingga merusak terumpu karang serta masih minimnya fasilitas wisata. Namun hal ini tidak menyurutkan niat pengelola Pokdarwis Alam Asri Jelenga untuk mengikuti ajang bergengsi ISTA 2019. Semoga nama mereka diumumkan sebagai pemenang pada malam penganugerahan tanggal 27 September 2019 dan akan mewakili Indonesia pada ajang penghargaan serupa di ASEAN Sustainable Tourism Awards (ASTA).(*)

berita TERKKINI