oleh

Akper Marger Ke Unsa Jadi Fakultas Kesehatan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Universitas Samawa (Unsa) Sumbawa Besar, membuka Fakultas Baru yakni Fakultas Kesehatan. Hal tersebut dilakukan setelah penyatuan atau marger antara Akademi Keperawatan (Akper) Samawa ke Unsa yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Samawa.

Rektor Unsa, DR. Syafruddin, SE.,ME., ditemui media ini, Senin (22/07/2019) kemarin di Sumbawa, mengatakan, penyatuan antara Akper dengan Unsa berdasarkan SK Menteri Ristekdikti No.517/KPT/I/2019 yang diterbitkan pada tanggal 3 Juli lalu.

Dijelaskan, ada beberapa tujuan utama dilakukan penyatuan Akper ke Unsa, yang pertama kata dia, jika Akper ingin berkembang maka harus menjadi Fakultas, sehingga nantinya Akper dapat mengusulkan prodi S1, namun, saat ini masih D3, sedangkan untuk mengusul S1, tidak bisa berstatus akademi harus Universitas.

Kedua lanjutnya, dalam rangka efektivitas mangenem akademiknya, jika Akper selama berada dibawah yayasan Unsa tapi dengan otoritas sendiri, namun setelah menyatu dengan Unsa maka semuanya dalam managemen akdemik Unsa.

Lebih jauh dijelaskan, penyatuan tersebut tentu memiliki konsekwensi yang harus dihadapi oleh personality terutama Akper, seperti adanya penyesuaian dosen-dosen yang akan masuk ke dalam home base dan akan dilakukan seleksi pegawai, serta penyesesuaian dengan kondisi Unsa.

Sementara sisi positifnya kata dia, Unsa semakin luas bidangnya, sehingga semakin bisa memberikan buktinya kepada Penerintah dan masyarakat Sumbawa, bagaimana Unsa itu berniat membangun SDM dengan konsep yang murah dan bermutu.

“Setelah ini kami akan langsung bekerja, akan mengusulkan prodi-prodi baru yang sangat dibutuhkan oleh pembangunan bangsa dan Negara saat ini. Bidang-bidang yang sengat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga Unsa secara utuh akan bisa melakukan fungsi pendidikan di tanah samawa dengan sebaiknya dengan tidak melupakan tentang kemampuan ekonomi masyarakat Sumbawa. Untuk Kesehatan ini sudah dimulai, tinggal penyesuaian administasi seperti Kop Surat dan lainnya” jelasnya.

“kini masih melihat trand kontemporer yang terjadi apakah akan kita beri nama Fakultas Ilmu Kesehatan atau Fakultas Kesehatan Masyarakat, tapi saya sebagai rektor ingin yang simple, Fakultas Kesehatan, nanti prodinya baru kita gunakan Ilmu Kesehatan.” pungkasnya. (KS/aly)

News Feed