oleh

Pembangunan Pasar Seketeng Dimulai

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Ditandai dengan Penekanan tombok sirine dan peletakan batu pertama (Graund Breaking) yang dilakukan oleh Bupati Sumbawa, didampingi oleh Ketua DPRD, Kajari, Kepala Bapenda dan Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, menandai mulainya pembangunan Pasar Seketeng, Jum’at (19/07/2019) pagi tadi.

Bupati Sumbawa H. M Husni Djibril, B.Sc., dalam sambutannya mengatakan, pembangunan Pasar Seketeng merupakan perioritas bagi pemerintahan Husni-Mo, sehingga kata dia, merupakan hal yang wajib baginya untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kenapa Saya begitu semangat untuk membangun Pasar Seketeng ini dan bahkan tadi Kepala Bappenda menyampaikan, bahwa dalam visi misi telah tertera dengan jelas. Saya punya catatan sejarah tentang pasar seketeng ini. Kenapa semangat saya sampai detik ini wajib hukumnya saya bangun dan saya tuntaskan Pasar Seketeng ini,” tegasnya.

Selama pembangunan pasar tersebut, ia mengajak semua pihak termasuk TP4D untuk ikut mengawal serta mengawasinya, sehingga pembangunan pasar yang telah diimpikan oleh masyarakat Sumbawa dapat terbangun sesuai dengan harapan.

“Mudah-mudahan Graund Breaking hari ini bisa kita laksanakan dalam artian memulai pembangunannya. Mohon dukungan, mohon pengawalan, mari kita kawal setiap saat. Datanglah dan lihat untuk mengawal pembangunannya supaya mereka tidak lalai. Karena ini dana puluhan miliar jadi harus dikawal, betul dijaga kualitasnya, bangunannya juga harus dipelihara. Saya bersedia memfasilitasi kalau ada keluhan dari masyarakat datang langsung ke pendopo, saya akan terima sebagai sebuah masukan. Untuk mendapat informasi itu tentu harus siap mengawal menjaga pembangunannya. Dan harus siap untuk kita berkomunikasi, mau lewat SMS, WA,” harapnya.

Baca juga:  Bunda Niken Minta LKKS Terus Dedikasikan Pengabdian Tingkatkan Pelayanan dan Bangun Usaha Mandiri

Sebelumnya, Kepala Bapenda Kabupaten Sumbawa, Drs. H Hasan Basri, MM., melaporkan, luas lahan pasar seketeng saat 15.000 m2 atau 1,5 hektar dengan jumlah pedagang sebanyak 2.163 pedagang dan pasar seketeng adalah satu-satunya pasar type a di kabupaten sumbawa.

Sebelum dibangun kembali pada tahun ini kata dia, pasar seketeng telah direnovasi beberapa kali, terakhir direnovasi pada tahun 2011 dengan anggaran yang bersumber dari dana csr pt. Newmont nusa tenggara, namun belum mampu mengakomodir jumlah pedagang yang ada di pasar ini, yang berakibat pedagang terpaksa harus berjualan diluar area pasar sampai menggunakan badan jalan dr cipto dan jalan mujair sehingga mengakibatkan kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas.

Pasar seketeng adalah pusat perekonomian yang sangat vital bagi masyarakat kabupaten sumbawa, namun dengan adanya musibah kebakaran yang terjadi pada tanggal 23 januari 2019 aktivitas perdagangan di pasar seketeng untuk sementara dialihkan ke taman kerato. Dan alhamdulillah harapan dan impian masyarakat sumbawa yang telah ditunggu, pada hari ini akan kita mulai pembangunannya.

Baca juga:  Yasin Musamma: Kecamatan Lantung Minta Infrastruktur Jalan Dan Sarana Air Bersih

Pasar seketeng adalah pasar yang pengelolaannya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), akan dibangun dua lantai yang terdiri dari tiga blok yaitu blok a blok b dan blok c dengan luas keseluruhan bangunan 22.000 meter persegi. Pasar ini mampu menampung sebanyak 2.700 pedagang yang terdiri dari 700 kios permanen dan 2000 pedagang pelataran.

Pasar ini dilengapi dengan berbagai fasilitas diantaranya musholla, toilet yang representatif sebanyak 16 unit, pengelolan air limbah, ramah terhadap penyandang disabilitas, ruang pemeriksaan kesehatan, lahan parkir, taman dan fasilitas bermain anak-anak, beserta fasilitas lainnya.

Pembangunan pasar akan dibangun dua tahap, yaitu tahun 2019 dan 2020. Tahap pertama saat ini akan dibangun blok b dan blok c sampai tuntas serta pondasi untuk blok a. Dan kami memohon kepada bapak bupati kiranya pembangunan blok a ini dapat dilanjutkan pada tahun 2020 mengingat pasar ini adalah jantung perekonomian masyarakat kabupaten sumbawa.

“Dengan terbangunnya pasar ini, kesan yang selama ini bahwa pasar identik dengan kotor, becek, kumuh, dan bau akan hilang karena pasar ini adalah pasar rakyat yang dibangun dengan protoype sesuai dengan aturan menteri perdagangan dengan memperhitungkan sirkulasi udara, pencahayaan, air bersih yang bangunan dan pengelolaannya sesuai dengan SNI,” pungkasnya. (ks/aly)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *