oleh

Waduh! Lahan Pertanian Di Seteluk Terancam Gagal Panen

Sumbawa Barat, KabarSumbawa.com – Puluhan hektare lahan Pertanian di Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, terancam gagal panen atau Fuso. Hal ini diketahui setelah Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merilis data kecamatan yang sektor pertaniannya rusak, dampak akibat dari musim kemarau tahun ini yang datang lebih awal.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian KSB, Syaiful Ulum pada media, Rabu (3/7) pagi tadi di ruang kerjanya mengatakan. Kekeringan di wilayah setempat masuk kategori berat yang tanahnya kering bahkan retak. Selain itu, kondisi ini di perparah dengan akses air sulit dan debit air wilayah setempat juga semakin menyusut.

“Kita tidak tahu seperti apalagi akan berbuat membantu petani. Karena kekeringan ini cukup komplek dan kian meluas,” Imbuhnya.

Baca juga:  Terbitkan Pariri Bariri, Khofifah Apresiasi Langkah Pemerintah KSB

Kejadian terancam gagalnya panen ini, jelasnya, di luar prediksi petani. Pasalnya, tahun-tahun sebelumnya musim tanam dua kali hingga panen berjalan normal. Namun tahun ini, petani tidak tahu harus berbuat apa-apa. Kemungkinan besar, tanaman padi itu akan di potong untuk pakan ternak oleh petani sekitar.

“Kalaupun membuat sumur bor darurat, belum tentu mengeluarkan air mengingat kondisi semakin terik,” Jelasnya.

Kondisi ini, berbeda dengan kondisi di Kecamatan Taliwang yang juga mengalami kekeringan yang masuk kategori ringan. Artinya, masih ada harapan untuk di selamatkan. Untuk itu, pihaknya memberdayakan petani dengan mesin pompa air untuk mengairi lahan pertaniannya agar tidak mengalami gagal panen.

Baca juga:  KPU Tidak Pernah Diberikan Kesempatan Coklit Di Town Site AMNT.

“Dari delapan kecamatan, dua kecamatan itu yang menjadi attensi kekeringan,” Tandasnya.

Hal ini, lanjutnya, tentunya akan turut mempengaruhi target produksi padi dari tanah Pariri Lema Bariri. Namun, bukan berarti KSB gagal surplus gabah. Karena, luas tanam produktif Kecamatan Taliwang dan Seteluk, hampir sama luas yaitu 2500 hektar. Bisa di terjemahkan, bahwa musibah tersebut hanya sebagian kecil.

Lepas dari itu, pihaknya meminta petani untuk mengikuti asuransi pertanian tahun depan. Karena ada jaminan yang bisa di klaim jika terjadi musibah kekeringan seperti ini. Artinya, petani tidak terbebani dengan gagal panen.

“Program asuransi itu bagus dan bermanfaat,” pungkasnya.(KS/yud)

Komentar