oleh

Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Di Sumbawa Capai 38 Miliar

-Ekonomi-85 views

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa mencatat tunggakan kendaraan bermotor baik roda dua dan empat mecapai miliaran rupiah.

Kepala Bapenda Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Hasas Basri, SE, MM., mengatakan tunggakan rata-rata sejak 5 tahun terkahir mencapai Rp. 38.194.968.527., dengan jumlah kendaraan mencapai 51.017.

Kendaraan yang menunggak tersebut tersebar di 24 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa. Lama tunggakannya rata-rata lima tahun.

“Yang sudah masuk TMDU, menurut data dari KUPT nya, pajak kendaraan yang belum dibayar hingga hari ini mencapai Rp. 38.194.968.527 dari 51.017 kendaraan. Rata-rata nunggak 5 tahun sampai sekarang. Artinya ada yang dibawah itu tapi tidak signifikan. 1 sampai 5 tahun itu yang paling banyak,” jelasnya.

Baca juga:  Dapat Bantuan Beras PPKM, KPM Harapkan Ini Berlanjut

Terhadap tunggakan pajak kendaraan tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak pemerintah desa untuk menyelesaikanya. Mengingat data kendaraan tersebut tercatat lengkap beserta nama pemilik dan alamat.

“Pajak kendaraan bermotor supaya aktiflah membayar. Sebelum mati diurus lah, apalagi yang sudah mati agar segera diurus. Begitu juga yang sudah jual beli agar surat nya diurus. Nah inilah yang sekarang kita kerjasama, kita cari melakukan sosialisasi lalu menemui orang-orangnya dimana, kan jelas alamatnya di sini. Perdesa ada alamatnya,” ujarnya.

Dari jumlah pajak kendaraan yang terbayarkan tambah H. Bas-akrabnya disapa, 70 persen milik Pemerintah Provinsi dan 30 persen bagian untuk Pemkab Sumbawa. Dimana sejak Januari 2019 hingga 17 Juni lalu, bagian yang sudah diterima oleh Sumbawa sebesar Rp. 3.098.531.577.

Baca juga:  Budidaya Jamur Tiram Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

“Per 17 juni, pajak kendaraan bermotor yang sudah diterima artinya sudah masuk bagian dari kita. Bagian kita, karena ada 30 persen bagian kita sebesar Rp 3.098.531.577, ini yang sudah menjadi PAD. Sejak awal januari 2019. Kalau target penerimaan PAD kita Rp 10.598.962.500. Memang biasanya pertengahan tahun ini kan progres nya,” pungkasnya. (KS/aly)

Komentar