oleh

Basarnas Latih Tehnik Pertolongan di Perairan

Sumbawa Besar, kabarsumbawa.com – “Sebagai wilayah yang berada di daerah rawan bencana, baik bencana yang disebabkan oleh faktor alam, non alam dan juga oleh ulah manusia, kejadian bencana di daerah kita ini terus meningkat dari tahun ke tahun, dimana bencana hydrometeorologi merupakan bencana yang paling sering terjadi diikuti oleh jenis bencana yang lain. Hingga saat ini, kita masih belum dapat sepenuhnya mampu meniadakan resiko bencana yang disebabkan oleh kejadian atau peristiwa tersebut.” Hal tersebut disampaikan Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc., pada pembukaan Pelatihan Potensi SAR Tehnik Pertolongan di Perairan, pada Senin (29/4) di Hotel Transit Sumbawa Besar.

Disampaikan Bupati, menilik tujuan dari dilaksanakannya Pelatihan Potensi SAR, maka kegiatan pelatihan tersebut dapat dikatakan sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam mengefektifkan peran SAR di Kabupaten Sumbawa. Lebih jauh dikatakan, melalui pelatihan tersebut, diharapkan akan semakin banyak potensi SAR yang berkompeten, yang akan mampu mempersingkat respon time dalam penanganan di lapangan.

Baca juga:  Serapan Anggaran KSB di Triwulan Kedua, Akan Naik Di Atas Target

“Saya berharap kepada seluruh peserta pelatihan agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Sebab banyak orang yang ingin menjadi seorang insan SAR namun tidak semua orang bisa mendapatkan ilmu SAR” pungkasnya.

Sementara dikesempatan yang sama, Direktur Bina Potensi Basarnas, Marsekal Pertama TNI, Fathurrahman Indra Jaya, SE., MM., dalam sambutannya menyatakan bahwa, wilayah Indonesia memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap musibah, kecelakaan, maupun kondisi yang membahayakan manusia. Dikatakan, kondisi tersebut juga dihadapi oleh Basarnas Mataram yang wilayah kerjanya termasuk Kabupaten Sumbawa.

Dijelaskan Direktur, tehnik-tehnik yang akan diberikan dalam pelatihan, adalah pengetahuan tentang Medical First Responder, Akses dan Pertolongan di Air, Tehnik Bertahan di Air serta Tehnik membawa korban yang sadar maupun tidak sadar di permukaan air. Direktur juga berharap pelatihan tersebut dapat menghasilkan semangat kemanusiaan, kesatuan pola pikir dan tindak, dalam memberikan pelayanan jasa di bidang SAR.

Baca juga:  7 BTS di Sumbawa, Diharapkan Tidak Ada Lagi Blank Spot

Peserta Pelatihan Potensi SAR Tahun 2019 tersebut, berasal dari Instansi Pemerintah, Swasta, Mahasiswa serta Organisasi Pecinta Alam Kabupaten Sumbawa. Pelatihan akan berlangsung selama 5 (lima) hari, mulai 29 April s.d. 3 Mei 2019, yang mengambil tempat di Hotel Transit Sumbawa dan Pantai Baru Sumbawa sebagai tempat praktik lapangan. (ks/)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *