RSUD Sumbawa Segera Buka Pelayanan Operasi Mata

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa terus berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Selain mengoptimalkan pelayanan, juga membenahi ruangan dan fasilitas.

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri mengatakan, dalam waktu dekat, RSUD Kabupaten Sumbawa akan melakukan pelayanan operasi mata. dimengakui akan dilakukannya pelayanan operasi mata tersebut. Dimana pihaknya sudah menyediakan ruang operasi khusus.

“Untuk pelayanan mata targetnya bulan ini mulai dilakukan. Jadi sudah ada OK (ruang operasi) khusus untuk mata dibuat,” ujarnya saat ditemui wartawan, Senin (15/4) kemarin.

Diakuinya, selama beberapa tahun ini RSUD memiliki dokter spesialis mata. Tetapi tidak pernah melakukan operasi karena fasilitas dan peralatan pendukung belum memadai. Sekarang hal itu sudah disiapkan, sehingga diharapkan pelayanan operasi mata ini dapat dilakukan di RSUD.

“Pasien mata biasanya kan ke RSMA. Tapi untuk pelayanan Bansos tidak bisa diterima di RSMA. Harapannya, operasi ini bisa dilakukan di RSUD,” terangnya.

Selain operasi mata, pihaknya juga sudah mulai melakukan pemeriksaan kesehatan atau medicalcheckup untuk calon Pekerta Migran Indonesia (CPMI). Pihaknya sudah memulai sejak bulan Februari lalu untuk pemberangkatan ke Hongkong, Malaysia, dan Singapura dengan aplikasi online.

“Kalau pemeriksaan kesehatan CTKI sudah berjalan lancar. Sistemnya sudah online, satu pulau Sumbawa di kita sudah berjalan, ada ruangan khusus dia untuk pelayanan CTKI. Dimulainya sejak bulan dua, yang dilayani CTKI Hongkong, Malaysia, kecuali Brunei yang belum,” tambah Dede.

Dengan pelayanan kesehatan online yang diterapkan RSUD Sumbawa, hasil medical CTKI sudah langsung terbaca oleh dokter (tim medis) di negara penempatan. Sehingga tidak ada alasan bagi negara tujuan untuk menolak CTKI dengan dalih unfit (tidak sehat).

“Paling tidak yang kami harapkan tidak perlu adanya pemeriksaan lagi di tempat tujuan. Yang kedua Balai Latihan Kerja seharusnya kerjasama dengan pihak PJTKI dan juga dengan kesehatan, disnakertrans. Sehingga tidak perlu ada balai tenaga kerja di luar Pulau Sumbawa, kalau bisa di Sumbawa harus ada. Sehingga pengiriman tenaga kerja itu langsung dari Sumbawa ke negara tujuan. Tenaga kerja yang berangkat dan pulang, dengan mudah dikontrol, baik dari sisi kesehatannya dan keberadaannya,” pungkasnya. (KS/aly)

News Feed