oleh

Bupati Hadiri Temu Akbar Petani Hamas dan Panen Perdata Musim Tanam I

Sumbawa besar, kabarsumbawa.com – Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril, B.Sc beserta Ketua TP. PKK Kab. Sumbawa Hj. Amien Rahmani Husni Djibril menghadiri acara temu akbar petani HAMAS (Himpunan Masyarakat Adat Samawa) Kecamatan Plampang yang dirangkaikan dengan panen perdana musim tanam 1 Tahun 2019 pada Sabtu pagi (30/3) di Dusun Jompong Desa Muer Kec. Plampang. Turut hadir pada acara tersebut Kapolres Sumbawa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab. Sumbawa, Pimpinan OPD, Kepala Bagian Setda Kab. Sumbawa.
Dalam sambutannya Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga dapat menjalin dan mempererat silaturahmi antara pemimpin dan rakyatnya. “Sektor pertanian harus menjadi prioritas kita dalam pembangunan, mengingat pertanian adalah sektor terbesar mata pencaharian masyarakat Sumbawa, karena mencapai kurang lebih 64 persen dari total lapangan pekerjaan dan mata pencaharian penduduk, ucap Bupati.

Disampaikan, Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu kabupaten di Provinsi NTB yang memiliki potensi pertanian yang luas, dengan luas lahan 664.398 ha, terdiri dari lahan pertanian seluas 59.559 ha, lahan pertanian bukan sawah seluas 505.614 ha, dan lahan bukan pertanian 99.225 ha. Pemanfaatan lahan pertanian oleh petani, termasuk juga masyarakat adat, baik lahan sawah maupun lahan bukan sawah diarahkan untuk peningkatan ketahanan pangan nasional dan mengurangi import melalui pengembangan komoditi padi, jagung dan kedelai (pajali).
Dalam upaya mendukung peningkatan kesejahteraan para petani, khususnya petani miskin di Kabupaten Sumbawa, sejak tahun 2017 hingga 2019 ini, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran APBD sekitar 30 miliar rupiah, yaitu berupa bantuan krabat yang disalurkan melalui desa untuk diteruskan sebagai penyertaan modal desa kepada bumdes, hingga saat ini telah berdiri 101 bumdes yang diharapkan dapat merangsang geliat perekonomian masyarakat desa.

Baca juga:  Imigrasi Menargetkan Paspor Calon Jamaah Haji Rampung Sebelum Puasa

Bupati berharap melalui pertemuan ini, selain sebagai ajang silaturrahmi bagi para petani yang tergabung dalam Hamas, juga menjadi wadah dalam membangun konsep pertanian yang berkelanjutan yang sesuai dengan kultur dan kondisi alam yang dimiliki, sehingga akan memberi dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan para petani dan masyarakat pada umumnya.
Kadis Pertanian Ir. Talifuddin menyampaikan masalah sertifikasi lahan pertanian khususnya yang berada di wilayah Hamas Plampang. Dijelaskan, hasil rapat konsultasi dan koordinasi dengan Pemprov NTB bahwa lahan tersebut tidak tercatat dalam aset Pemprov NTB, dan tidak terdaftar dalam aset Pemkab. Sumbawa, juga dalam kepemilikan institusi tertentu, sehingga status lahan clean and clear dan sah adalah milik masyarakat yang telah menggarap lahan selama puluhan tahun, dan berdasarkan hasil koordinasi dengan Kantor Pertanahan Kab. Sumbawa, lahan tersebut telah diusul dalam program Redistribusi Tanah Kab. Sumbawa tahun anggaran 2019 oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa.

Baca juga:  Jokowi Pimpin Sidang Paripurna Pertama Kabinet Indonesia Maju

Sebelumnya, Ketua Panitia M. Talif, SH melaporkan bahwa Hamas merupakan gerakan perjuangan kelompok petani Plampang untuk merebut dan mendapatkan hak tanah yang telah digarap selama puluhan tahun. Kegiatan yang mengangkat tema Petani sejahtera, Sumbawa hebat, Negara berdaulat” tersebut diikuti oleh ribuan petani kelompok petani Hamas, wilayah tarano, empang, labangka, plampang, maronge, yang bertujuan untuk mendapatkan kembali lahan serta bukti kepemilikan yang sah lahan berupa sertifikat.
Dalam kegiatan tersebut Bupati Sumbawa menandatangani prasasti peresmian jembatan SP-3, dan menyalurkan kredit sahabat tahap 3 dengan total anggaran tahun 2019 sebesar 5 milyar, dan diterima secara simbolis oleh Kades Labu Sangoro melalui Bumdes harapan kita sebesar 200 juta. Total anggaran yang telah digelontorkan Pemkab sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 sebesar 25 milyar. Selain itu juga diberikan bantuan 27.000 benih ikan (restocking) kepada Kepala Desa sepayung yang diperuntukkan untuk Bendungan Sepayung Dalam, serta bantuan bibit dari Dinas Pertanian berupa bibit cabe, padi, jagung kepada seluruh petani. Acara dilanjutkan dengan dialog Bupati Sumbawa bersama petani. (ks/)

Komentar