oleh

Hingga Maret, 104 Kasus DBD Terjadi di Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Sumbawa terus bertambah. Hingga bulan Maret, Dinas Kesehatan Sumbawa (Dikes) mencatat sebanyak 104 kasus.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Ir. Surya Darmasyah, yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/03/2019) mengatakan, kasus DBD di Kabupaten Sumbawa hingga Maret cukup banyak, dan tersebar di 25 wilayah Puskesmas.
Diterangkan dia, pada bulan Januari telah tejadi sebanyak 28 Kasus, kemudian bulan Februari sebanyak 62 kasus dan pada bulan Maret telah terjadi 14 kasus, sehingga menjadi 104 kasus.

“jadi total dari Januari sampai Maret di 25 puskesmas itu ada 104 yang positif. Kalau kita lihat dominannya, di Puskesmas Unit I 19 kasus dan Labuhan Badas 16 kasus, kemudian Lopok dan Moyo Hulu,” terangnya.
Lanjutnya, dalam rangka mengahadapi pihaknya selalu waspada, baik petugas di Puskesmas maupun petugas yang ada di Dinas Kesehatan Sendiri. Menurutnya, begitu ada informasi adanya pasien di 25 puskesmas ditemukan adanya kasus-kasus yang mengarah ke DBD, maka petugas akan turun untuk mencari informasi alamat pasien, kemudian melakukan pengamatan di 20 rumah sekitar rumah pasien, mengamati perkembangan jentik. Hal tersebut dilakukan untuk memutuskan akan dilakukan fogiing atau tidak.

Baca juga:  114 Orang Kontak Erat dengan Pasien Positif Covid-19 Asal Lunyuk

“Jadi petugas kami yang ada di masing-masing kecamatan itu waspada sekali sekarang. Begitu ada informasi, mereka cepat turun mengetahui dimana alamatnya, bagaimana pengamatan di 20 rumah di sekitar itu, bagaimana perkembangan jentik. Unutk mereka putuskan apakah dilakukan fogging atau tidak. Foging itu upaya terakhir,” terangnya.

Meski demikian, ia menghimbau kepada masyarakat agar sekalu mengupayankan pencegahan dengan mengedapankan 3Mplus (Menguras, Mengubur, Menutup dan Menyikat) tempat yang berpotesi berkembangnya jantik.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu 3Mplus untuk mengantisipasi supaya jangan sampai masih ada tempat-tempat nyamuk ini bersarang,” imbaunya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan foging dibanyak lokasi, diantaranya, wilayah Lopok, Lape, dan wilayah Kota Sumbawa sendiri, termasuk Batulanteh Semongkat.

Baca juga:  Covid-19, 6.165 Orang Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala di Sumbawa

“Yang paling rutin di wilayah kota, kemarin sudah 2, nanti sore ada dua. Rencana besok Moyo Hilir, sudah ada pengamatan, teman-teman memutuskan harus dilakukan langkah foging,” tembahnya. (KS/aly)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *