oleh

KSB Targetkan Jadi Kabupaten Pertama Sukses STBM

Sumbawa Barat, KabarSumbawa.com – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menargetkan diri menjadi Kabupaten Pertama dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Tahun 2019 ini. Bukan hanya tingkat Provinsi maupun Nasional. Tetapi sampai tingkat Internasional.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M, saat memimpin rapat gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) usai upacara Syukur, di Ruang Rapat Utama Graha Fitrah, Rabu pagi (20/2) yang diikuti TP-PKK KSB, Ketua GOW, Ketua DWP KSB, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum dan Aparatur, Kasdim, Kepala OPD terkait, Camat, Kepala Desa dan Lurah se-KSB.

“Saya minta kita semua bersama-sama menjadikan dan mewujudkan KSB menjadi Kabupaten STBM pertama, bukan saja ditingkat Provinsi dan Nasional, namun juga tingkat Internasional.” Tegas Bupati.

Ia mengungkapan, baru 13 Kabupaten/Kota diantaranya KSB dan satu Provinsi yakni Yogyakarta yang sudah Open Defecation Free/ODF. ODF sendiri merupakan pilar pertama dari lima pilar STBM. Pilar kedua adalah Cuci Tangan Pakai Sabun. Ketiga Pengelolaan Sampah, keempat Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga, dan pilar kelima Penyediaan Air Minum-Makan Rumah Tangga.

Baca juga:  5 Anggota Fraksi PDIP Sumbawa Jalani Tes Urine

‘’Tugas kita tinggal melaksanakan empat pilar STBM, karena pilar pertama kita sudah ODF, yang agak berat adalah Pengelolaan Sampah dan Pengelolaan LImbah Cair Rumah Tangga, ini yang harus dikerjakan bersama dari tingkat Kabupaten hingga Kepala Desa untuk menggerakkan partisipasi masyarakat,” Imbuhnya.

Kelompok Kerja (Pokja), lanjutnya, harus segera dibuat. Yang anggotanya terdiri dari Asisten, Dinas Kesehatan, Dinas PUPRPP, Dinas Lingkungan Hidup dan dinas terkait lainnya, termasuk staf khusus Bupati. Pokja ini yang akan melaksanakan komunikasi dan koordinasi hingga tingkat desa. Peraturan Bupati juga akan segera dirampungkan. Kemudian Aparatur Sipil Negara pendamping pembangunan dan perbaikan rumah korban gempa ditugaskan menjadi pendamping gerakan STBM ini.

Baca juga:  Sekolah Yang Belum Siap Laksanakan UNBK, Terpaksa Ujian Manual

“Optimalkan peran Agen Gotong Royong di setiap tingkatan terutama peliuk termasuk perawat dan bidan baik di Puskesmas maupun di Puskesmas Pembantu atau Polindes. Kita semua berharap, KSB tuntas STBM tahun 2019 atau paling lambat awal tahun 2020 nanti.” Pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga mengungkap Pemerintah Provinsi Aceh akan melaksanakan kunjungan kerja ke KSB. Kunjungan mereka difasilitasi UNICEF dan World Bank atau Bank Dunia. Kedatangan mereka untuk mempelajari keberhasilan KSB yang berhasil menjadi Kabupaten ODF.(KS/yud)

News Feed