oleh

21 Orang Tergigit HPR, Pemkab Sumbawa Tetapkan KLB Rabies

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, melalui surat keputusan Bupati nomor 389 tahun 2019, menetapkan Kabupaten Sumbawa sebagai Daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Rasyidi., yang dtemui usai membuka Rakor Tim reaksi cepat penanganan KLB rabies, Senin (18/02/2019) mengatakan, Kabupaten Sumbawa ditetapkan sebagai Daerah KLB rabies, sejak tanggal 08 Februari lalu.

Penetapan tersebut dilakukan atas dasar kejadian gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) yang telah terjadi di Sembilan Kecamatan yakni di Kecamatan Tarano, Empang, Plampang, Labangka, Lenangguar, Rhee, Sumbawa, Labuhan Badas, dan Utan, yang dimana hingga hari ini tercatat sebanyak 21 kasus gigitan HPR, empat diantaranya dinyatakan positif rabies.

“Sejak tanggal 8 sudah ditetapkan, Penetapan ini atas dasar kejadian-kejadian di Sembilan Kecamatan, yang sampai hari ini sudah 21 yang di gigit, kemudian yang sudah positif sebanyak 4 orang. Di Sumbawa tidak pernah ada rabies, sekarang baru ada rebies, berarti luar biasa,” terang Sekda.

Baca juga:  Divaksin, Abdul Rafiq : Pemerintah Berbuat untuk Keselamatan Masyarakat

Untuk pengoptimalkan penanganan KLB rabies lanjut Sekda, pemerintah telah membentuk tim reaksi cepat penanganan KLB rabies. Diharapkan tim ini, khususnya tim Kecamatan agar segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rabies.

Kepada masyarakat, Sekda menghimbau untuk segera mengamankan hewan peliharaannya, baik itu anjing, kucing, maupun monyet, agar tidak menggigit serta menularkan rebies kepada warga masyarakat ataupun menyebarkan rabies kepada anjing, kucing, dan menyet yang lainnya

“Karena ini juga sangat berbahaya, tadi saya sampaikan, tim bersama petugas akan melakukan eliminasi atrinya pemusnahan terkait binatang yang tidak jelas pemiliknya. Sampai saat ini suda 297 ekor yang dilakukan eliminasi di daerah tarano dan empang,” jelasnya.

Baca juga:  Pentingnya Mengenali Gejala Dari Cacar Ular

“Konsentrasi kita di Sembilan Kecamatan dulu, sambil juga di kecamatan lainnya, Sembilan kecamatan itu artinya sudah ada anjing, kucing yang menggigit manusia. Tapi yang lainnya juga tetap kita waspadai. Untuk hewan yang diikat akan diberikan vaksin,” tambahnya. (KS/aly)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *