oleh

Seminggu ke Depan, Waspada Hujan Lebat, Angin Kecang, Hingga Petir

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Belakangan ini, wilayah Sumbawa mulai diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, yang diikuti oleh angin kencang dan disertai petir.

Terkait fenomena tersebut, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dam Geofisika (BMKG) Kabupaten Sumbawa, Endriyono., yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/02/2019) mengatakan, selain saat ini Sumbawa sedang berada pada musim hujan, hal tersebut juga dipengaru oleh dua Siklon Tropis yang teradi yakni, Siklon Tropis Gelena dan Siklon Tropis Oma.

iklan kampanye

Kedua Siklon Tropis tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan awan, sehingga terajadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang dan petir.

“Jadi kalau kita melihat beberapa hari ini agak inten curah hujannya karena pada saat ini kita sedang berada pada musim hujan, karena pengaruh dari dua siklontropis yang terjadi, yakni siklontropis Gelena dan siklontropis Oma. Jadi itu yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan awan sehingga terjadi hujan lebat, kemudian angin kencang, petir, itu yang sering mengikutinya,” jelas Endry.

Baca juga:  Ini Himbauan Bupati dan Wakil Bupati KSB Pasca Gempa 7.0 Mengguncang Lombok dan Sumbawa.

Lanjut Endry, hujan disertai dengan angin kecang dan petir, diperkirakan akan terjadi selama satu meinggu ke depan, sebab, pertumbuhan kedua siklon tropis tersebut tejadi salama tujuh hari, sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada.
“biasanya siklontropis ini pertumbuhannya itu sekitar tujuh hari. Untuk seminggu kedepan kayaknya harus waspada, karena mungkin akan terjadi hujan lebat hingga sangat lebat yang cukup intens. Artinya berhenti sebentar, hujan lagi. ini sudah tiga hari, mungkin sekitar 4 hari lagi,” terangnya.

Untuk saat ini tambahnya, musim hujan di Sumbawa, telah mengalami penurunan, mengingat puncak musim hujan di Sumbawa terjadi pada akhir bulan Januari hingga awal Februari. Namun fenomena global yang terjadi sangat mempengaruhi cuaca.

Baca juga:  Pipa Induk Putus, Suplai Air Bersih Dalam Kota Terganggu

“sebenarnnya musim hujan sudah mengalami penurunan, karena kita sudah melawati puncak musim hujan akhir Januari sampai awal Februari, tapi karana adanya fenomena global yang terjadi, itu cukup berpengaruh cuaca. Dampaknya secara gelobal, baik di laut maupun di datar. Yang di laut juga nelayan harus waspada, karena aanginnya kencang tentu gelombangnya juga tinggi. Jadi itu yang perlu diwaspadai, jadi lebih baik instirahat dulu sampai cuaca membaik,” demikian Endry. (KS/aly)