oleh

3 Tahun Husni-Mo, 3 Inovasi Sumbawa Berkibar di NTB

Mataram, kabarsumbawa.com – Perjalanan penyelenggaraan pemerintahan  H. M. Husni Djibril, B.Sc dan Drs. H. Mahmud Abdullah atau yang dikenal dengan Pasangan HUSNI-MO sudah memasuki tahun ke 3. Momentum 3 Tahun Husni-Mo, 3 Inovasi Layanan Publik dari Sumbawa berkibar pada gelaran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi NTB (NTBNovik) 2018., minggu (17/2/2019) di Jln. Udayana, Kota Mataram.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sumbawa Drs. Irawan Subekti mengatakan “3 Inovasi dari Sumbawa meraih posisi TOP-10 Inovasi Di NTB, ketiga inovasi tersebut adalah O-Samawa Start Up, Siandini (Sistem Informasi Peringatan Dini Inflasi), dan Sijinak (Sistem Perijinan Ternak)”.ujar Bekti sapaan akrab Kabag murah semyum ini.

Menurutnya, masing-masing Inovator akan menjelaskan inovasinya di depan pejabat Pemprov NTB dan khalayak ramai yang mengikuti CFD itu bersama 7 inovator lainnya se-NTB yang berhasil masuk menjadi TOP-10 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik NTB Tahun 2018.

Menambahkan keterangan Kabag Perekonomian, salah satu innovator yaitu Agus Salam sebagai Inovator O-Samawa dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menjelaskan bahwa Inovasinya adalah inovasi yang berbasis pada komunitas millenial yang mengembangkan produk-produk lokal.

“O-Samawa kini beranggotakan 23 komunitas millenial yang produktif untuk mengembangkan produk lokal Sumbawa”, ujar Agus Salam.

Siandini lain lagi. Andi Kusmayadi, dari Bagian Perekonomian Setda Sumbawa sebagai inovator, menjelaskan Siandini adalah inovasi yang ditujukan bagi kaum ibu dan para petani. Siandini ingin memastikan Pemda hadir untuk menstabilkan harga-harga barang kebutuhan masyarakat.

Baca juga:  Senin, Mo-Novi Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Terpilih

“Siandini dipersembahkan untuk kaum ibu yang sering terkena dampak kenaikan harga, yang akan mempengaruhi ekonomi rumah tangga dan dapurnya. Siandini juga untuk membantu para Petani agar mendapatkan nilai tambah, terutama pada saat terjadi penurunan harga”, ujar Andi di hadapan peserta CFD yang didominasi kaum Ibu.

Andi menambahkan bahwa Petani adalah pihak yang menerima seluruh risiko dari produksinya. Sementara Pengusaha bisa memilih komoditi yang akan dibawa ke pasar. Saat harga turun, petani menjadi susah. Saat harga naik, petani tidak mendapatkan nilai tambah”, ngkapnya yang disambut applaus Pejabat Pemprov NTB dan peserta CFD.

Sedangkan Sijinak, menurut Sujarwo, Inovator dari Dinas Peternakan dan Keswan Kabupaten Sumbawa menjelaskan bahwa Sijinak untuk memperpendek rantai birokrasi ternak yang keluar daerah.

Menurutnya, Sijinak akan memperpendek birokrasi dari 8 jenis menjadi 3 jenis saja. Sijinak lahir karena Sumbawa adalah daerah dengan populasi sapi tertinggi di NTB, yang juga dengan transaksi terbanyak oleh pengusaha di sektor peternakan.

“Tahukah anda? Bahwa Populasi sapi tertinggi di NTB adalah Kabupaten Sumbawa. Untuk itulah Sijinak hadir dengan aplikasi yang memudahkan para pengusaha peternakan. Meringkas proses dari 8 jenis proses menjadi cukup 3 saja. Para pengusaha tidak perlu datang ke kantor. Cukup lewat sistem elektronik saja”, ujarnya di tengah ramainya CFD.

Baca juga:  DPRD Dorong Pilkada Berintegritas

Gelar Inovasi NTB Novik sendiri sengaja dilaksanakan pada hari minggu di arena CFD agar khalayak NTB mengetahui tentang inovasi-inovasi yang sudah dilakukan oleh Pemda.

Sementara itu, kegiatan penganugerahan penghargaan dilaksanakan di Kantor Gubernur pada 18 Februari 2019 dalam Upacara NTB Gemilang. Penghargaan tersebut diberikan bagi para inovator yang meraih TOP-10 NTB Novik. Selanjutnya para inovator akan mengikuti pelatihan penyusunan proposal inovasi pelayanan publik tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kemenpan-RB. (ra/mckabsumbawa)