oleh

Antisipasi Sampah Menumpuk di Musim Hujan, Tim Reaksi Cepat Disiagakan

Sumbawa Besar, Kabarsumbaw.com – Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah selama musim hujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, siagakan tim reaksi cepat. Tim tersebut nantinya akan turun langsung untuk menangani sampah, ketika adanya laporan dari masyarakat melalui call center yang telah disediakan.

Sekretaris DLH Kabupaten Sumbawa, Abdul Malik, S.Sos., yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/01/2019) kemarin, mengatakan, selama musim hujan, pihaknya standbay 24 jam.

Hal tersebut dilakukan guna mencegah adanya penumpukan sampah yang menumpuk hingga dua atau tiga hari. Untuk itu ia menghimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan call center yang ada, sehingga sampah dengan cepat tertangani, sebab petugas sampah tidak mampu memantau secara keseluruhan letak tumpukan sampah.

“tolong hubungi call center kami (037123629). Kami stanby, malampun, walaupun petugas sampah tidak ada, tetapi penjaga malam kami sudah saya ijinkan untuk menerima telepon dari masyarakat. Paginya kami pasti tangani,” terangnya.
“Satu track kami sediakan. Khusus untuk mengantisipasi sampah yang menumpuk di musim hujan atau kondisi lainnya. Jadi truck itu tidak kita gunakan untuk operasional setiap hari. Initinya, ketika sampah menumpuk di saluran, kami siap membersihkan, tambahnya.

Selama musim hujan lanjutnya, tim gerak cepat hampir setiap hari bekerja, mengingat ada saja pohon yang tumbang atau ditebang, sehingga petugas selalu mengangkut sampah. Selain itu sambung ada pemantauan dari masyarakat kata Malik, kami petugas tetap keliling untuk melihat kondisi yang mungkin tidak terinformasi dari masyarakat dengan melihat langsung di lapangan.

Terkait penaganan sampah di pasar tambahnya, untuk minggu ini, pihaknya siap bekerjasama dengan tenaga kebersihan pasar untuk membersihkan sampah yang ada di pingir jalan. Di samping pihaknya menyiapkan dua kontainer di Pragas, juga mengoperasikan truck sampah setiap jam 3 sore untuk mengakut sampah yang mungkin tidak tertampung di kontainer.

“Karena sedianya, kalau di pasar seketeng dulu ada tiga kontainer, tapi di stadion kami tempatkan dua. Sisanya, yang tertampung di kontainer dua ini, kami siap operasikan truck sore hari,” demikian Malik. (KS/aly)

News Feed