oleh

Sumbawa Raih Penghargaan “Anugerah Kencana 2018”

Kabarsumbawa.com – Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril, BSc menerima Penghargaan Anugerah Kencana dari BKKBN RI, dalam mensukseskan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Acara penganugerahan berlangsung di Hotel Sheraton, Jakarta, yang disiarkan langsung oleh CNN Indonesia pada Minggu malam (23/12/2018).

“Alhamdulillah di penghujung Tahun 2018 Kabupaten Sumbawa mendapat Penghargaan Anugerah Kencana 2018 sebagai satu-satunya Kabupaten di Provinsi Nusa tenggara Barat yang dinilai sangat berkomitmen dan mendukung Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Ini semua tidak terlepas dari raihan prestasi dan kerja keras para sahabat semua dari awal kepemimpinan kami hingga sekarang khususnya di bidang KKBPK. Untuk itu kami mengucapkan syukur dan terima kasih yang setinggi-tingginya. Semoga ke depan makin banyak prestasi lain yang kita raih. Amin ya rabbal alamin, ungkap Bupati Sumbawa.

Adapun latar belakang pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengamanatkan bahwa urusan pemerintahan bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana merupakan urusan wajib dan konkuren antara pemerintah pusat dan daerah, sebagaimana terurai dalam lampiran I huruf n. Dalam lampiran tersebut terdapat 4 (empat) sub urusan meliputi 1) pengendalian penduduk, 2) keluarga berencana, 3) keluarga sejahtera, dan 4) standarisasi dan sertifikasi, yang dibagi menjadi 10 kewenangan pemerintah pusat, 6 kewenangan pemerintah provinsi, dan 8 kewenangan pemerintahan kabupaten dan kota.

Baca juga:  Tim Pemenangan Jokowi-Amin Di KSB, Targetkan 75% Suara

Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan dukungan dan komitmen terhadap keberhasilan program KKBPK, BKKBN pada tahun 2018 kembali memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemangku kepentingan (pemerintah  daerah provinsi, kabupaten dan kota) yang berprestasi dalam pengelolaan program KKBPK dalam acara Apresiasi Anugerah Kencana Bidang KKBPK yang berlangsung pada Minggu malam (23/12/2018). Penghargaan Apresiasi Anugerah Kencana Bidang KKBPK diberikan kepada 5 kepala daerah provinsi, dan 29 kepala daerah kabupaten dan kota, termasuk di dalamnya Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB, yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program KKBPK sebagai motivasi kepada pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota, dalam peningkatan pelaksanaan program KKBPK di wilayah masing-masing.

Kriteria penilaian untuk Anugerah Kencana Tahun 2018 untuk penghargaan Kepala Daerah meliputi beberapa aspek  seperti Aspek Dukungan/Komitmen dan Aspek Capaian Program di daerah masing-masing.
Untuk aspek dukungan/komitmen yaitu 1) Memasukkan indikator sasaran program KKBPK dalam RPJMD (dokumen RPJMD), 2) Mengusulkan kegiatan prioritas program KKBPK dalam RKPD melalui musrenbangda (dokumen RKPD/Renstrada dan Renstra OPD), 3) Persentase dukungan APBD Dinas PPKB Provinsi dalam operasional Program KKBPK, 4) Kelembagaan yang menangani Program KKBPK mengakomodir semua tugas, fungsi dan kewenangan, hal ini tercermin dari nomenklatur kelembagaannya (utuh/merger) (melampirkan Perda), 5) Tersedianya Grand Design Pembangunan Kuantitas Penduduk yang memuat aspek kualitas, kuantitas, mobilitas, administrasi pembangunan keluarga, 6) Dukungan Gubernur terkait dengan pembentukan Kampung KB, 7) Jumlah mitra kerja yang terlibat dalam Kampung KB yang telah  dicanangkan (hanya untuk penilaian Anugerah Kencana Tingkat Provinsi).

Baca juga:  Soal Lahan Samota, Ketua DPRD Sumbawa Sesalkan Pernyataan Kepala KPPT

Untuk Aspek Capaian Program sebagai kriteria penilaian Kepala Daerah antara lain 1) Angka Total Fertily Rate (TFR), 2) Peningkatan Contraceptive Prevelance Rate (CPR), 3) Penurunan Unmet Need, 4) Pencapaian Peserta KB Baru Metode Kotrasepsi Jangka Panjang (MKJP) terhadap PPM, 5) Angka penurunan Age Specific Fertility Rate (ASFR) 15-19 tahun.
Penilaian pada Apresiasi Anugerah Kencana Tahun 2018 dilakukan oleh Tim Penilai dari BKKBN Pusat dan Perwakilan BKKBN Provinsi, Praktisi dan Asosiasi Periklanan, Praktisi Komunikasi. (ks/)

Komentar