oleh

KPH Ampang Plampang dan Rumah Zakat Inisiasi Rahabilitasi Hutan Berbasis Sadaqah Bibit

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – KPH Ampang Plampang Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Rumah Zakat, dan anggota kelompok tani hutan Jurang Terjang Desa Labangka 4, melakukan penanaman 500 bibit pohon yang terdiri dari bibit Kemiri, Klengkeng, Nangka, Duren dan Rambutan, Minggu (24/12/2018) di lokasi penanaman di Hutan Produksi eks. Perum Perhutani Labangka.

Bibit tersebut merupakan hasil dari Sadaqah Bibit (Sabit) beberapa orang guna untuk menghijaukan kembali hutan dan lahan yang saat ini telah mengalami kerusakan parah akibat berbagai hal, salah satunya penanaman tanaman semusim Jagung semakin meluas di Pulau Sumbawa. Sementara upaya rehabilitasi hutan dan lahan tersebut lambat dan banyak tantangannya.

Atas dasar itu, Balai KPH Ampang Plampang Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB bersama Lembaga Rumah Zakat menginisiasi program Sadaqah Bibit (Sabit) untuk Hutan dan Lahan.
Kepala KPH Ampang Plampang yg juga inisiator program ini, Julmansyah, S. Hut., M.A.P mengatakan, dibutuhkan cara baru untuk rehabilitasi lahan agar bisa sukses. Menurutnya, tanpa kesadaran dan partisipasi masyarakat secara genuine agaknya berat kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan bisa sukses, ditambah lagi proses penyiapan sosialnya yang sangat terbatas dan skill sosial tenaga lapangan yang ada juga terbatas.

“Insiatif dan kesadaran baru masyarakat ini harus dibingkai dengan legalitas melalui Kemitraan Perhutanan Sosial. Dengan adanya legalitas melalui Perhutanan Sosial ini maka inisiatif Sadaqah bibit atau Sadaqah Permberdayaan ini akan menjadi salah satu solusi yang tepat dalam rehabilitasi atau restorasi hutan dan lahan yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat Sumbawa,” ujar Julmansyah.

Ada 83 orang sasaran program di Labangka 4 terdiri dari 4 kelompok. Akan tetapi tahap pertama ini hanya mampu meng-cover satu kelompok untuk penyaluran bibit dari lara donator yakni di Kelompok Jurang Terjang. Sementara 3 kelompok tani lagi berharap ada bibit yang bisa ditanam di musim hujan tahun ini.

“Sementara alokasi anggaran sangat terbatas dan harus menunggu setahun lagi. Melalui inisiasif Sadaqah bibit (Sabit) untuk hutan dan lahan ini, diharapkan mampu merespon masyarakat yang punya kesadaran siap nanam,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Relawan Rumah Zakat Nusa Tenggara Barat, Repi S., mengatakan, ada nilai dan keyakinan Umat Islam yang sangat baik dikombinasikan dengan kegiatan ini.

“Bahwa buah-buahan yang dihasilkan dari proses sadaqah bibit akan menjadi amal jariyah yang sepanjang pohon tersebut berbuah akan mengalir amalnya. Menurutnya saatnya nilai-nilai keagamaan menjadi bagian dari kerja-kerja restorasi hutan dan alam ini,” katanya.

Ia berharap, ada kesadaran baru dan partisipasi publik untuk membantu menghijaukan hutan dan lahan. Mengingat anggaran pemerintah sangat terbatas dan dibatasi juga dengan tahun anggaran.
Menurutnya inovasi ini layak didukung dan Rumah Zakat sebagai sebuah lembaga yang konsen pada pemberdayaan masyarakat siap membersamai gerakan ini. “Kegiatan sedeqah bibit ini kami istilahkan dengan Sedeqah Pemberdayaan. Semangatnya ada dua, pertama menjadikan bersedekah sebagai gaya hidup, kedua memberdayakan masyarakat sehingga mendapatkan nilai tambah dari sisi sosial ekonominya. Kedepan Rumah Zakat akan menyiapkan aplikasi android untuk menampung sadaqah atau donasi guna mendukung keberlanjutan program sedeqah pemberdayaan atau sedeqah bibit ini. Dengan aplikasi itu nantinya, maka setiap kita dapat berkontribusi dengan sangat mudah, jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Ustas Syukri Rahmat, S. Ag selaku ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kab. Sumbawa memberikan Tausiah Alam. Ustad Syukri menyampaikan tentang peran penting hutan. Jika mencermati kondisi hutan kita di sumbawa saat ini sungguh memprihatinkan. Sementara hutan memiliki peran penting.
“Ya melihat fingsi hutan yg demikian luar biasa, katakanlah sebagai penyedia oksigen, penahan erosi, penahan banjit, penahan/penyanggah air, penyerap racun. Bisa dibayangkan klo hutan rusak, maka berbagai bencan akan menimpa manusia,” ujarnya.

“Ketika kita kehilangan hutan, maka udah pasti kita kehilangan sumber air. Sementara di dalam al Quran pada beberapa surat dan ayat ditegaskan bahwa air adalah sumber kehidupan. Jangan lupa juga bahwa seluruh makhluk hidup yg ada, diciptakan oleh Allah swt dari air. Sementara hutan berfungsi menyediakan air,” sambung Ketua MUI Sumbawa ini.

Oleh karena itulah, hadirnya kami atas ajakan KPH KPH Ampang Plampang merupakan wujud dari kepedulian kami terhadap kondisi hutan. Karenanya ia mengajak, dengan sungguh-sungguh, untuk jaga hutan dan pelihara pohon-pohon yg ada ini. Serta memohon kepada Allah SWT agar bibit pohon yg akan ditanam ini, akan tumbuh dengan baik, dan kelak masyarakat akan memanen hasilnya dengan baik pula
Peserta yang hadir dalam aksi penanaman Sadaqah Bibit ini terdiri anggota kelompok masyarakat, relawan Rumah Zakat, pencinta alam Kec. Plampang, staf KPH Ampang Plampang sekitar 100 orang. Kelompok masyarakat berkomitmen untuk memelihara tanaman ini karena mereka membutuhkan tanaman ini. Ada harapan 3-4 tahun kedepan tanaman ini akan menghasilkan buat mereka.

Guna keberhasilan tanaman ini, KPH Ampang Plampang bersama Rumah Zakat dan Kelompok Masyarakat bersepakat untuk melakukan monitorinh secara periodik. Monitoring langsung ke lokasi antara relawan Rumah Zakat dan staf RPH setempat. Karena inisiatif ini baru dimulai tentu masih banyak yang harus disempurnakan oleh KPH bersama Rumah Zakat. (KS/)