oleh

FPSI Sumbawa Kecam Tindakan Biadab kepada Muslim Uighur

Kabarsumbawa.com – FPSI menyatakan apa yang telah terjadi terhadap muslim Uighur, bertentangan dengan semangat persatuan, perdamaian dan penghargaan terhadap kebebasan dan kedaulatan serta perjuangan bangsa-bangsa manapun di dunia. “Hal ini juga bertentangan dengan berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Tindakan biadab tersebut akan merobek semangat perdamaian dunia, bahkan bisa mengguncang stabilitas keamanan umat manusia khususnya umat Islam,” kata Sekretaris Umum FPSI, Repi S pada siaran pers yang diterima media ini, Kamis (20/12).

BBC melansir, ada satu juta etnis muslim Uighur dimasukkan ke dalam kamp-kamp konsentrasi, dipaksa meninggalkan keyakinan mereka dan disiksa. Situasi ini membuat geram banyak kalangan khususnya umat islam di dunia, tak terkecuali umat Islam di Kabupaten Sumbawa. Forum Penegak Syi’ar Islam (FPSI) Kab. Sumbawa, menyampaikan pernyataan sikap dan seruannya mengenai hal tersebut.

Baca juga:  Bhabinkamtibmas Bersama Warga Perbaiki Jembatan Putus

Hal ini juga bertentangan dengan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, yang sangat jelas manyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Tindakan yang telah diperlihatkan dan dipertontonkan kepada muslim Uighur adalah bentuk penjajahan gaya baru, maka harus dikecam dan dilawan.

Dalam waktu dekat, kami akan melakukan konsolidasi dengan seluruh elemen kekuatan umat Islam di daerah ini, guna menunjukkan kepada dunia, bahwa umat Islam di Kabupaten Sumbawa tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk kedzaliman dan penindasan di belahan bumi manapun.

Terakhir, kami menyerukan kepada seluruh komponen umat Islam di seluruh Indoneisa agar ikhlas mendoakan keselamatan, kedamaian dan kebebasan bagi Saudara-saudara muslim Uighur. “Kami mengajak seluruh komponen umat Islam dan bangsa Indonesia untuk menyatakan penolakan akan kebiadaban yang terjadi kepada muslim Uighur”.

Baca juga:  Pramuka Kwarcab Sumbawa dan Kompos Bergerak Cegah Covid-19

Untuk dipahami, sesama muslim ibarat satu tubuh. Jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lainnya pasti merasakan sakitnya. Oleh karena itu, mari kita dukung kemerdekaan dan kebebasan untuk muslim Uighur, karena sakitnya mereka adalah sakit kita semua. “Termasuk juga bersiap memberikan infak terbaik bagi kemuliaan muslim Uighur dan meringankan beban mereka,” pungkasnya.