Saatnya Menikmati Hari Tua Dengan Sehat dan Bahagia

Saatnya Menikmati Hari Tua Dengan Sehat dan Bahagia

oleh : Dr. Muhammad Ahmad Syammakh

kabarsumbawa.com – Pedoman paling penting untuk gaya hidup sehat setelah usia 50 baik (lanjut usia/ lansia) untuk lansia dan wanita hanya sedikit perbedaan, tugas kita adalah bagaimana membuat para lansia bisa hidup sehat dan bahagia di hari tua,berkut adalah tips yang akan saya jabarkan tentang pola hidup sehat pada lansia :

Makan makanan sehat.

Tetap pada berat badan yang sehat.

Tidurlah 7 hingga 8 jam.

Aktif secara fisik.

Jangan merokok.

Jika Anda minum alkohol, minum tidak lebih dari dua gelas sehari (minuman standar adalah: 12 ons bir / pendingin anggur, 5 ons anggur, 1,5 ons minuman yang disuling)

Mengikuti pedoman ini dapat membantu lansia dalam kesehatan yang baik dan mengurangi risiko penyakit yang lebih banyak seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Bahkan lansia yang belum mengikuti panduan ini sampai sekarang dapat mengambil manfaat dari membuat perubahan yang sehat. Tidak ada kata terlambat untuk mulai membuat pilihan yang baik,karena mencegah jauh lebih bak daripada mengobati.

  • Apa diet sehat untuk lansia di atas usia 50 dan mengapa itu penting?

Diet sehat dapat membantu lansia di atas usia 50 mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, kegemukan, dan beberapa jenis kanker.Buah, sayuran, biji-bijian, dan produk susu bebas lemak atau rendah lemak adalah pilihan yang sehat. Daging tanpa lemak, unggas, ikan, kacang, telur, dan kacang-kacangan adalah sumber protein yang baik juga. Untuk kesehatan jantung dan manajemen berat badan, penting untuk mengonsumsi makanan yang rendah lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, garam, dan gula tambahan.

  • Seberapa banyak dan jenis kegiatan apa yang baik untuk Lansia ?

Aktivitas fisik adalah cara terbaik bagi lansia di atas usia 50 tahun untuk meningkatkan kesehatan jantung, kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan. Aktivitas fisik membantu mengurangi risiko beberapa penyakit, termasuk demensia.Latihan aerobik atau kardio membuat aliran darah ke jantung lebih baik. Berjalan kaki, bersepeda, dan berenang adalah semua latihan aerobik. Latihan kekuatan melibatkan penggunaan beban untuk membangun otot. Berolahraga dengan dumbel atau mesin angkat berat adalah contoh latihan kekuatan.Lansia yang belum aktif harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum memulai program latihan dan memilih kegiatan yang mereka sukai untuk meningkatkan kesempatan mereka untuk sukses. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan 150 menit latihan aerobik intensitas sedang (jalan cepat) seminggu dan aktivitas penguatan otot pada dua hari atau lebih dalam seminggu.

  •  Pemeriksaan kesehatan apa yang penting bagi lansia di atas usia 50 tahun?

Skrining  adalah tes yang mencari penyakit pada tahap awal, sebelum gejala berkembang. Daftar berikut mencakup beberapa pemeriksaan yang paling penting untuk lansia di atas usia 50 tetapi tidak mencakup semua kemungkinan pemeriksaan. Lansia di atas usia 50 tahun harus berkonsultasi dengan dokter tentang apa yang harus dilakukan dan seberapa rutin mengontrol kesehatan

 Tekanan darah,. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit lainnya.

 Kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung, dan stroke.

Kanker prostat. Tes darah sederhana yang disebut tes PSA (prostate-specific antigen) dapat menemukan kanker prostat dini.

Kanker usus besar,Kanker payudara dan Kanker rahim. Lansia di atas usia 50 tahun harus berbicara tentang berbagai jenis skrining kanker usus besar dengan dokter mereka. Lansia dengan riwayat keluarga kanker usus besar harus berbicara dengan dokter mereka tentang skrining pada usia yang lebih muda dan mereka yang berusia di atas 75 tahun harus berbicara dengan dokter mereka tentang apakah mereka perlu terus diskrining.

  • Apakah ada hubungan antara kesehatan pria di atas usia 50 dan kesehatan seksual?

Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung memengaruhi kemampuan pria untuk melakukan hubungan seksual. Semakin parah penyakitnya, semakin parah disfungsi ereksi. Pria berusia di atas 50 tahun yang mengalami masalah seksual harus berbicara dengan dokter mereka untuk mencari tahu apakah kondisi medis menyebabkan masalah.

Sekian Edukasi saya tentang pola hidup sehat dan bahagia di usia tua..

Ayoo kita terapkan bersama

Komentar

News Feed