oleh

Aset Budaya dan Sejarah Sumbawa Akan Diinventarisir kembali

Sumbawa Besar Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, akan menginventarisir kembali seluruh potensi yang ada, baik budaya, sejarah, maupun peradaban di Sumbawa. Sehingga potensi tersebut dapat dikelola dan dipromosikan baik dalam skala nasional maupun internasional.

Selain agar dapat dikelola dan dipromosikan, ini dilakukan sebagi bentuk komitmen kabupaten Sumbawa sebagai anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Kepala Dispopar Kabupaten Sumbawa Ir. Junaidi, selasa, 13/11  mengatakan, Tahun 2018 merupakan tahun kedua Kabupaten Sumbawa menjadi anggota JKPI, setelah tahun 2017 Kabupaten Sumbawa dikukuhkan sebagai salah satu dari 52 anggota JKPI.

Sebagai upaya untuk menjadi kota pusaka yang menasional bahkan mendunia sesuai dengan cita-cita JKPI, Pemerintah Sumbawa menginventarisir aset budaya dan sejarah di Sumbawa.

Baca juga:  Bupati Sumbawa Buka Rakor Persiapan Pemantapan BBGRM dan HKG PKK

Untuk langkah pertama yang dilakukan sebelum melakukan invetarisasi aset yakni dengan mendirikan sekretariat JKPI. “Sekarang ini akan saya laporkan kepada Pak Bupati agar diberikan Sekretariat di DPRD lama, sehingga tim JKPI pusat datang sudah jelas ada sekretariat kita,” Kata Junaidi, kemarin.

Setelah adanya secretariat, akan dilakukan pembahasan program kerja, Kemudian program yang diharapkan yakni akan menginventarisir ulang terhadap seluruh potensi aset yang ada termasuk bangunan bersejarah di Sumbawa.

Selanjutnya akan ditetapkan melalui keputusan bupati, untuk diusulkan sebagi cagar budaya sehingga ada ketetapan hukum. Sebab ketika ada ketetapan hukum maka bukan saja Sumbawa yang akan mengelola, tetapi juga diharapkan dukungan dari kementerian terkait baik PU, Kemendikibud dan Pariwisata untuk mendorong melakukan penataan terhadap aset yang dimiliki Sumbawa.

Baca juga:  PT. SJR Sosialisasikan Rencana Produksi

“Kemarin, kita sudah banyak berbicara dengan Direktur JKPI pusat, kita coba sekarang ambil langkah cepat untuk segara kita inventarisir kembali seluruh bangunan bersejarah itu. Berarti akan segera kita buatkan profilnya sehingga begitu ada bahan dokumen maka segera kita sampaikan ke pusat. Kebetulah sekarang ini sedang melakukan renovasi bangunan wisma, kebetulan tenaga ahlinya direktur JKPI, kita manfaatkan beliau itu,” Demikian Junaidi. (KS/aly)