oleh

Perawat Mogok Kerja, Sekda: Jangan Giring Pemerintah Lakukan Penyimpangan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Terkait aksi mogok massa perawat sukaren di Kabupaten Sumbawa, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Drs. H Rasyidi meminta kepada para perwat tersebut agar tidak menggiring pemerintah untuk melakukan penyimpangan.

sekda sumbawa rasyidi
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Drs. H Rasyidi

“himbauan kita tentu janganlah melakukan hal itu hanya ingin menekan pemerintah agar dipenuhi harapannya karena sampaia kapanpun kalau kita digiring untuk melakukan penyimpangan tidak akan pernah bisa untuk pak bupati,” kata Sekda kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/10/2018) padi tadi.

“oleh karena itu kalau memang niat awalnya ingin mengabdi kedapa daerah ini tanpa da gaji segala macam, tolong bersabar, kemudian masuk kerja, kemudian nanti manakala ada peluang akan bisa mengikuti peluang itu bersama dengan yang lainnya, untuk saat ini bersabar dulu, pak bupati juga sudah berinisiatif dan berkomitmen untuk diusulkan ke pemerintah pusat agar diperhatikan,” tambah sekda.

Baca juga:  KPU Sumbawa Beri Kursus Kepemiluan Pada Pemuda dan Mahasiswa

Lanjut Sekda, Pemrintah sangat berterima kasih kepada para perwat sukarela yang mau membantu dibeberapa unit pelayanan kesehatan maupun di bidang lainnya, tapi kata Sekda, perlu juga difahami pemerintah bekerja ada dasar hukum aturan sehingga kita tidak terjerumus dalam hal-hal yang merugikan Negara.

Untuk itu, ia berharap kepada para perawat yang melakukan mogok massa untuk kemabli bekerja seperti biasanya. Ia mengajak untuk tetap bersabar, kemudian sama-sama berjuang. Sebab sekda memahami bahwa jasa-jasa mereka sangat besar untuk memberikan pelayanan. Namun disisi lain pemrintah tidak mempunyai kewenangan terhadap itu, sehingga diharapkan sambil berjuang secara resmi, satu-satunya jalan kembali bekerja seperti semula manakalamasih punya niat yang baik untuk tetap mengabdi.

Baca juga:  Fakta Integritas, Bukti Komitmen Bacaleg PPP KSB Ciptakan Parlemen Yang Bersih dan Berwibawa.

“kecuali hal lain mereka tidak mau lagi kerena tidak diberikan, itu dikembalikan kepada mereka sendiri, karena niat awal mereka ingin menjadi tenaga sukarela sesuai dengan surat pernyataan yang mereka tanda tangani. kita juga berpikir APBD tidak semuanya diperuntukan untuk pembayaran gaji, tapi masyarakat juga membutuhkan kesejahteraan,” demikian Sekda. (KS/aly)

ksbksb ksbksb