oleh

Empat Pesan Tersirat dalam Prosesi Malala 1 Muharam

Kabarsumbawa.com – Sebagai rangkaian Sail Indonesia Moyo Tambora 2018. Prosesi Malala (meramu minyak tradisional Sumbawa) diawali dengan kegiatan berzikir menyabut tahun baru islam 1440 Hijriah, disambut dengan antusias oleh masyarakat sumbawa.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Pahlawan, Sumbawa Besar, Senin (10/09/2017) malam diikuti oleh 24 ahli minyak sumbawa dari 24 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa, dan dihadiri oleh Bupati Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa, segenap pejabat lingkungan Pemda Sumbawa.

Ada empat pesan yang tersirat dalam perayaan malam 1 Muharam, kata Bupati Sumbawa, H M Husni Djibril, B.Sc., dalam sambutannya.

Pertama, pelestarian lingkungan hidup yang dimana bahan-bahan yang digunakan dalam membuat minyak Sumbawa, tidak lepas dari ketersedian akar kayu ataupun kulit kayu dan buahnya, hal tersebut menjadikan keanekaragaman tumbuhan yang sangat bermanfaat tersebut harus terus dilestarikan dan dikembangkan termasuk mengeliatkan apotik hidup dilingkungan rumah.

Baca juga:  Rumah Sasaran TMMD ke 109 Kodim 1607/Sumbawa Segera Rampung

Yang kedua, dalam hal kesehatan, orang tua terdahulu dengan keaneka ragaman kekayaan alam tubuh-tumbuhan obat telah mampu membukakan tabir kebesaran yang diciptakan Allah, karena pembuatannya diawali dengan doa.
“Apakah karena akar kayunya, ataukan doanya, tapi menurut saya doanya karena pasti pembuatannya diawali dengan doa. Jadi doa dan bahannya mermafaat bagi tubuh kita,” katanya

Kemudian yang ketiga lanjutnya, dari sisi ekonomi, keberadaan minyak sumbawa membawah dampak yang cukup baik bagi kehidupan ekonomi, bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatannya selain akar-akarnya, ada buah kelapa dan madu, hal tersebut mampu mengangkat ekonomi masyarakat khususnya ekonomi menegah kebawah untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Baca juga:  Bupati Sumbawa Terima Penghargaan Dharma Pertahanan Dari Menteri Pertahan RI

Dan yang keempa, dari sisi social, khasanah budaya harus terus terpelihara dan menjadi bagian dalam intraksi social yang memperkuat jati diri dan kebanggaan kita sebagai orang Sumbawa.

Bupati berharap, melalui parade prosesi malala ini, dapat menarik partisipasi pemuda untuk lebih jauh mengenal serta melestarikan khasanah budaya Sumbawa. Kemudia ia meminta kepada OPD terkait agar segara memikirkan upaya untuk jalan keluar agar minyak Sumbawa bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. (KS/aly)

ksbksb ksbksb